Page 224 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 224

sewaktu  Kementerian  Luar  Negeri  menterjemahkan  kata  “poros”  sebagai


                        “fulcrum,”  di  sana  muncul  implikasi  bahwa  penggunaan  fulcrum  itu  artinya

                        kebijakan luar negeri Indonesia justru sangatlah pasif dan reaktif terhadap kepada


                        kebijakan negara-negara lain.

                               Misalnya, dua negara yang paling berpengaruh di dunia, yakni Amerika


                        Serikat dan Tiongkok, di mana kebijakan luar negeri Indonesia hanyalah untuk

                        menjaga agar Indonesia tetap netral, berada di antara dari kedua negara tersebut


                        dan tidak memiliki kebijakan sendiri yang independen. Akhirnya, pusat kekuatan

                        di  kawasan  Asia  Tenggara  berada  di  Beijing  dan  Washington,  bukan  Jakarta.

                        Sedangkan  konsep  “axis”  yang  sering  juga  dipakai  secara  implisit  juga


                        menekankan  bahwa  Indonesia  adalah  salah  satu  dari  kekuatan  penting,  tetapi

                        bukan yang terpenting, dan tidak jelas siapa yang akan menjadi partner Indonesia


                        dalam koalisi tersebut.

                               Pengertian  lain  lagi  untuk  poros  adalah  “hub  atau  nexus,”  yakni  pusat


                        segala kegiatan, dimana apapun  yang terjadi harus melalui posisi  tersebut,  dan

                        mungkin ini yang paling mirip dengan apa yang dimaksud oleh Jokowi melalui

                        konsep  “Poros  Maritim  Dunia.”  Tiga  konsep  ini  pun  pada  dasarnya  sangat


                        berbeda dan memiliki dampak dan implikasi kebijakan yang berbeda pula. Intinya


                        adalah  selama  pemerintah  Indonesia  masih  belum  jelas  dalam  mendefinisikan

                        konsep poros tersebut, maka konsep Poros Maritim Dunia sendiri masih sangat


                        sulit  untuk  dimengerti  dan  juga  diaplikasikan.  Ini  merupakan  masalah  dari

                        pemerintah yang lebih mementingkan soal jargon daripada bagaimana mencoba

                        membuat garis besar kebijakan yang bisa diaplikasikan secara efektif.






                                                              45
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229