Page 219 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 219

Korea  Selatan  juga  sangat  pandai  dengan  pengelolaan  ekonomi  luar  negri


                        yang  baik,  pemerintahan  yang  bersih,  iklim  perdagangan  dunia  yang  liberal,

                        makro  ekonomi  yang  solid  dan  kondisi  sosial  politik  yang  bebas  dari  konflik


                        itulah  yang  mengakibatkan  Korea  Selatan  maju  dalam  berbagai  hal  terutama

                        dalam bidang industrialisasinya.


                        Intinya adalah jika kita mampu belajar dari Korea Selatan maka Indonesia harus

                        mampu  membangun  insfrastrukutur  kemaritiman  agar  geliat  ekonomi  dan


                        perdagangan  bisa  tumbuh  dengan  baik  serta  adanya  kondisi  politik  yang  stabil

                        membuat ekonomi Indonesia membaik.

                           III.   Pertahanan


                           Kemampuan  Pertahanan  perlu  terus  ditingkatkan  sehingga  minimal  tidak

                        terlalu  jauh  dan  dapat  menyelaraskan  diri  dengan  dinamika  perkembangan


                        lingkungan  strategis  yang  terus  berubah.  Kemampuan  pertahanan  yang  besar

                        memberi sebentuk jaminan akan kelangsungan kebijakan dan program pemerintah


                        serta untuk mengamankan kepentingan dan tujuan maritim nasional dari segenap

                        ancaman,  baik  dari  dalam  maupun  dari  luar  neragi.  Peningkatan  kemampuan


                        kemampuan  tersebut  meliputi  kemampuan  TNI  di  bidang  intelijen,  bertempur

                        untuk  mempertahankan  NKRI,  operasi  militer  selain  perang  (OMSP)  dan


                        dukungan. Pemerintah Indonesia juga harus mengoptimalkan kemampuan Industri

                        pertahanan Dalam negeri.


                           Contoh  sederhana  adalah  dalam  kasus  pengembangan  industri  pertahanan

                        nasional. Dua instansi yang paling dominan adalah militer (sebagai pengguna) dan

                        industri pertahanan nasional (sebagai produsen). Kedua entitas di atas memiliki






                                                              40
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224