Page 214 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 214
pertimbangan salah satunya adalah untuk mendukung kebutuhan pembagunan
nasional.
Perjuangan untuk mewujudkan Deklarasi Djuanda pun mencapai
puncaknya melalui kesepakatan UNCLOS III yang akhirnya mengakui Indonesia
sebagai negara dengan asas kepulauan dan perairan diantara pulau-pulau dianggap
sebgai wilayah Indonesia namun setelah reformasi, kini Indonesia kembali
menghadapi tantangan internasional baru, yakni persaingan antara China dan
Amerika Serikat, yang memiliki potensi mengganggu keamanan di Asia Tenggara
dan posisi strategis Indonesia sendiri. Dalam hal ini Wawasan Nusantara harus
mampu menjawab tantangan tersebut dimana Wawasan Nusantara berperan
sebagai cara pandang bangsa Indonesia dalam melihat diri (identitas) dan
lingkungannya (analisis lingkungan strategis atau geopolitik).
Strategi Pembagunan Maritim Indonesia
Strategi Pembangunan Maritim Indonesia akan didekati melalui 2 konsep
16
yaitu pertama pandangan Parker. Parker menjelaskan bahwa strategi raya adalah
serangkaian kebijakan tentang keamanan yang menyangkut ancaman, cara
melawannya, dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan melalui integrasi dari
segenap aspek politik, ekonomi dan militer suatu negara dalam mencapai tujuan
17
jangka panjangnya. Sementara konsep kedua adalah pandangan Till menjelaskan
bahwa dalam konteks Kekuatan Maritim (Seapower), kebijakan nasional suatu
negara merupakan asal dari kebijakan lain seperti kebijakan luar negeri, ekonomi,
16
Geoffrey Parker. 2000 The Grand Strategy of Philip II. New Haven: Yale University Press.
Hal.1
17
Geoffrey Till. 1998. Seapower: A guide to the Twenty-First Century. London: Frank Cass. Hal.
3
35

