Page 218 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 218
Hal itu meliputi sektor-sektor ekonomi unggulan yang secara simultan bisa
menjadi sumber akumulasi kapital dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan
berbagai industri turunan dan industri terkait, sekaligus sumber inovasi teknologi
dan kelembagaan, seperti pada kasus industri baja dan industri pembuatan kapal.
Industri baja yang kuat menjadi katalis bagi tumbuhnya industri otomotif,
pembangunan kapal, peti kemas, jalan raya, konstruksi, dan industri perlengkapan
rumah tangga, yang saling mendukung dan memperkuat. Sementara itu, industri
pembuatan kapal melahirkan industri rekayasa elektrik, elektronik, kimia,
material, dan mekanis.
Kemajuan perindustrian juga tidak lepas dari penguasaan bangsa Korea dalam
industri manufaktur yang berkembang menjadi riset-pengembangan. Penguasaan
industri ini lalu didukung penguasaan pasar lokal oleh bangsanya sendiri.
Pemerintah Korea Selatan mendorong impor bahan-bahan baku mentah dan
teknologi dengan mengorbankan barang konsumtif serta mendorong masyarakat
untuk menabung dan melakukan investasi. Korea Selatan memang tidak memiliki
sumber daya alam yang memadai oleh karena itu tingkat ketergantungan terhadap
ekspor dan impor sangat tinggi, terbukti bahwa pada tahun 2010 ini
ketergantungan perdagangan Korea mencapai kisaran 80 persen namun Korea
Selatan bisa mengubah ketergantungannya menjadi ketergantungan yang dinamis
yang dapat membantu menjalankan perekonomiannya dengan baik, diantaranya
adalah dengan adanya Export-Oriented Industri (EIO) serta Economic Planning
Board (EPB) yang diberlakukan oleh pemerintahnya.
39

