Page 213 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 213
kontinentalnya. Pada akhirnya, di tahun 1958 Perserikatan Bangsa-bangsa
meratifikasi United Nations Conference on the Law of the Sea I (UNCLOS I)
yang mengatur batas wilayah dan batas kontinental, walaupun tidak menjawab
permasalahan perairan territorial yang diangkat oleh Deklarasi Djuanda.
Di era Orde Baru, Deklarasi Djuanda terus diperjuangkan melalui Konsep
Wawasan Nusantara. Pada tanggal 17 Februari 1969, mengikuti hasil yang
disepakati UNCLOS I, pemerintah Indonesia mengeluarkan Deklarasi Landas
Kontinen Indonesia yang berisi antara lain :
a. Segala sumber kekayaan yang terkandung dalam landas kontinen Indonesia
merupakan hak mutlak bangsa dan negara Indonesia
b. Melaksanakan perundingan penyelesaian soal garis batas dengan negara
tetangga
c. Bila tidak ada garis batas maka landas kontinen adalah garis yang ditarik
ditengah ( middle line ) antara pulau terluar Indonesia dengan wilayah terluar
tetangga.
d. Klaim tersebut tidak mempengaruhi sifat serta status daripada perairan diatas
landas kontinen Indonesia maupun ruang diatasnya.
Adanya peraturan mengenai landas kontinen Indonesia ini maka
pemerintah Indonesia menyatakan dirinya berhak melakukan eksplorasi bahkan
penelitian pada laut Indonesia beserta sumber daya alamnya. Pada 21 Maret 1980
Indonesia mengeluarkan pengumuman tentang Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia
yaitu pengelolaan batas wilayah selebar 200 mil hal ini dilakukan karena beberapa
34

