Page 212 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 212

membantu menghidupi pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Indonesia,


                        yang merupakan ancaman besar bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Akibatnya,

                        pada tanggal 13 Desember 1957, Perdana Menteri Djuanda yang pada waktu itu


                        memimpin pemerintahan Indonesia,mengumumkan konsep strategis yang tertuang

                        dalam Deklarasi Djuanda yang berisi :


                           1)  Semua perairan diantara dan  yang menghubungkan pulau- pulau dengan

                               tidak  memandang  luas/  lebar  adalah  wilayah  kedaulatan  mutlak  negara


                               Indonesia, merupakan perwujudan bentuk wilayah yang utuh dan bulat

                           2)  Pengaturan lalu lintas damai pelayaran di perairan pedalaman bagi kapal


                               asing

                           3)  Penentuan  batas  wilayah  sesuai  dengan  asas  negara  kepulauan

                               (archipelago State Concept) laut teritorial dengan lebar 12 mil diukur dari


                               garis pantai dasar yang menghubungkan pulau- pulau terluar NKRI pada

                                              15
                               waktu air surut.

                           Deklarasi  Djuanda  secara  jelas  menekankan  azas  Indonesia  sebagai  sebuah

                        negara  kepulauan,  yang  mana  tertuang  terutama  pada  poin  pertama  bahwa


                        Indonesia  adalah  negara  kepulauan  yang  disatukan,  bukan  dipisahkan,  oleh

                        perairan diantara pulau-pulau Indonesia. Deklarasi ini muncul pada kondisi yang


                        secara internasional cukup bersahabat karena pada waktu itu pun banyak negara

                        yang merasa batasan tiga mil territorial sudah tidak lagi cocok untuk era modern.


                        Misalnya  pada  tahun  1945,  Presiden  Amerika  Serikat  Harry  Truman

                        mengumumkan  bahwa  Amerika  Serikat  akan  menguasai  wilayah  sampai  batas


                        15
                         Lihat Dalam Buku Anna Martina et.al, Kewarganegaraan, ( Bandung : UPT Bidang Studi
                        Universitas Padjadjaran, 2010 ) halaman 120


                                                              33
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217