Page 223 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 223
Samudera Hindia Utara ke Teluk Persia, Laut Merah dan Teluk Aden. Dengan
kata lain, jalur maritim akan menghubungkan Asia ke Timur Tengah, Afrika
Timur dan Eropa.
Dari ulasan geostrategi di atas, dapat ditarik kesamaan bahwa kedua
kekuatan besar Amerika Serikat dan Tiongkok berupaya untuk mengamankan :
(1) rute pelayaran; (2) akses ke pasar; (3) dan akses ke sumber daya di kawasan
Asia-Pasifik dan Indonesia tepat berada di tengah-tengah Asia-Pasifik yang harus
dapat memanfaatkan sebaik-baiknya demi kebesaran bangsa Indonesia. Tiongkok
berhadapan dengan Amerika Serikat. Posisi Indonesia menghadapi persaingan
antara kedua kekuatan besar ini tidak mudah. Di satu sisi, Indonesia ingin terus
menjaga hubungan positif dengan Tiongkok, terutama karena Indonesia
menginginkan investasi dari Tiongkok untuk memperbaiki infrastruktur dan juga
memperkuat industri domestik yang bisa membuka lapangan kerja. Di sisi lain,
Indonesia pun sadar bahwa Tiongkok bisa berpotensi besar untuk menciptakan
instabilitas di Asia Tenggara, terutama sebagai pengancam persatuan ASEAN.
Hal ini terlihat dalam KTT ASEAN di Kamboja di tahun 2012, di mana dalam
pertemuan tersebut, Kamboja, atas desakan Tiongkok, menolak usul Filipina
untuk memasukkan isu Laut China Selatan ke dalam Joint Communique ASEAN.
Walaupun pada akhirnya kesatuan ASEAN bisa dipertahankan, namun terlihat
bahwa pengaruh Tiongkok tak bisa dianggap remeh.
Informasi dari Stanford University menekankan satu hal penting, yakni
sampai sekarang definisi “poros” masih belum jelas secara akademis, karena kata
“poros” sendiri memiliki banyak sekali pengertian yang berbeda-beda. Misalnya,
44

