Page 226 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 226
hegemon regional di Asia Pasifik telah menetapkan perhatian khusus di kawasan
Asia-Pasifik. Kedua kekuatan yang saling berkompetisi ini tidak mustahil untuk
saling dirangkul oleh Indonesia, sesuai dengan kelebihan masing-masing. Hal
tersebut telah dibuktikan oleh Thailand dan Pakistan, dimana kedua negara
tersebut adalah sekutu Amerika Serikat, namun kedua negara juga membangun
kemitraan strategis dengan Tiongkok di bidang ekonomi dan industri pertahanan.
22
Dalam konteks merangkul dua kekuatan yang saling bersaing, Kuik
menawarkan konsep baru yang dinamakan hedging.hedging adalah dipeliharanya
suatu kesempatan bagi suatu negara untuk memihak ke kekuatan mana saja
manakala negara tersebut berada dalam posisi harus memihak ke kekuatan
tertentu yang paling menguntungkan negaranya. Dengan mengadopsi konsepsi
hedging dari Kuik, Tim Peneliti cenderung berpendapat bahwa makna Poros
Maritim Dunia adalah suatu tindakan hedging Pemerintah Indonesia dengan
membangun kerjasama dengan kekuatan-kekuatan besar di kawasan Asia-Pasifik,
baik itu Amerika Serikat, Tiongkok, regionalisme (ASEAN) dan internasionalime
(PBB), atas aspek maritim demi mengamankan kepentingan nasional Indonesia
dan menjadikan Indonesia sebagai hegemoni regional di Asia Tenggara bahkan
dunia.
Poros Maritim Dunia harus disepakati dahulu apakah sebagai geostrategi
atau doktrin atau visi atau grand strategy atau tujuan nasional. Pandangan Tim
Peneliti, lebih cenderung menempatkan Poros Maritim Dunia sebagai tujuan
maritim nasional karena PMD merupakan tujuan (ends) untuk mencapai sesuatu
22 Kuik Cheng-Chwee. 2010. Smaller States' Alignment Choices: A Comparative Study Of
Malaysia And Singapore's Hedging Behavior In The Face Of A Rising China. Baltimore: Johns
Hopkins University (dissertation)
47

