Page 225 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 225
Dari berbagai diskusi ilmiah, telah mengemuka 3 (tiga) kelompok konsep
definisi Poros Maritim Dunia, terutama tentang definisi dari kata ’poros.’
Kelompok pertama memaknai poros sebagai pusat atau sumbu, yang mengartikan
PMD sebagai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat dari aktivitas
kelautan dunia. Bagi kelompok pertama, PMD lebih cenderung diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris sebagai Global Maritime Fulcrum atau GMF. Kelompok
kedua memaknai poros sebagai alignment seperti dahulu ada poros Beijing-
Pyongyang-Jakarta. Bagi kelompok kedua, PMD cenderung diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris menjadi Global Maritime Axis atau GMA. Bagi kelompok
kedua, ada alignment yang ingin dibangun antara Indonesia dengan kekuatan lain
di kawasan regional yang dapat menunjang posisi strategis dan kepentingan
nasional Indonesia. Namun ada juga yang kelompok ketiga yang memaknai poros
maritim sebagai jalur pelayaran maritim, sehingga PMD dimaksudkan adalah visi
Indonesia untuk menguasai jalur pelayaran maritim dunia. Kelompok ini
cenderung menerjemahkan PMD menjadi Global Maritime Nexus atau GMN.
Tim Peneliti cenderung untuk masuk dalam kelompok ketiga yang mana
berasumsi bahwa lokasi geografis Indonesia yang strategis seharusnya dapat
dimanfaatkan Indonesia untuk menguasai posisi strategis dalam bidang kelautan
dunia dengan memanfaatkan hubungan diplomatik dengan kekuatan besar di
kawasan (seperti Amerika Serikat dan Tiongkok). Dalam mencapai tujuan
tersebut, Indonesia harus mampu memanfaatkan persaingan politik internasional
di kawasan Asia-Pasifik, terutama persaingan antara Amerika Serikat dan
Tiongkok. Amerika Serikat sebagai hegemon dunia dan Tiongkok sebagai
46

