Page 227 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 227

pada  dimensi  geografis  (dalam  hal  ini  dimensi  maritim).  Poros  Maritim  Dunia


                        dapat  dianggap  sebagai  respon  Indonesia  dalam  dinamika  geopolitik  di  Asia-

                        Pasifik,  dimana  posisi  geografi  Indonesia  berada  tepat  di  tengah-tengah  Asia-


                        Pasifik. Tujuan maritim nasional ini menjadi acuan geografi dari kebijakan luar

                        negeri  Indonesia.  Lebih  rinci  lagi,  Poros  Maritim  Dunia  menjelaskan  kemana


                        sebuah  Indonesia  mengkonsentrasikan  upayanya  dengan  memproyeksikan

                        kekuatan  militer  dan  mengarahkan  aktivitas  diplomasi.  Seperti  strategi  pada


                        umumnya, tujuan (ends) mengkaitkan antara cara (means) dengan strategi (ways),

                        dalam  hal  ini  sumber  daya  nasional  dengan  strategi  pembangunan  maritim


                        nasional.

                        Setelah memahami pengertian dari definisi Poros Maritim Dunia, berikut ini akan

                        dijelaskan  mengenai  5  pilar  Maritim  Indonesia  sebagai  upaya  mewujudkan


                        Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

                           a.  Budaya Maritim


                               Jika  rakyat  Indonesia  secara  umum  ingin  mendapat  porsi  lebih  dari

                        manfaat  perekonomian  berbasis  maritim  di  Indonesia,  maka  budaya  dan  sikap


                        mentalnya terhadap maritim harus berubah. Maritim merupakan bagian integral

                        dari  identitas  dan  potensi  kemakmuran  bagi  masyarakat  di  Indonesia.  Karakter


                        maritim  yang  berciri  dinamis,  egaliter,  dan  pantang  menyerah  perlu  terus

                        ditumbuh-kembangkan.  Apabila  ini  terus  dilakukan  secara  konsisten  dan


                        berkesinambungan,  bukan  tidak  mungkin  bangsa  Indonesia  akan  kembali

                        menemukan  jati  dirinya  dalam  dua-tiga  generasi  ke  depan  sebagai  bangsa









                                                              48
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232