Page 235 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 235
telah melakukan tindakan yang cukup tegas dalam menangani illegal fishing.
Kemudian yang perlu diatur lagi adalah perlunya Indonesia memiliki kebijakan
bilateral dengan sejumlah negara tetangga menyangkut penangkapan ikan
tradisional lintas batas. Penangkapan ikan tradisional ini memiliki kaitan sejarah
dan budaya yang perlu untuk diakomodir negara-negara terkait, termasuk
Indonesia.
Masalah penyelundupan masih merupakan ancaman serius bagi Indonesia
dan negara-negara di sekitar Indonesia. Penyelundupan ini meliputi
penyelundupan narkoba (drug trafficking), penyelundupan manusia (people
smuggling), penyelundupan komoditi (seperti minyak, batu bara, ikan, dan alin
sebagainya) yang merugikan negara dari segi ekonomi dan sosial namun dengan
perairan dalam Indonesia yang sedemikian luas, perlu adanya suatu sistem
pengawasan yang komprehensif agar mampu mendeteksi, mencegat, dan
menindak potensi penyelundup dengan cepat.
Pada saat ini, masih terdapat beberapa permasalahan perbatasan antara
Indonesia dengan 10 (sepuluh) negara tetangga yang belum terselesaikan secara
25
tuntas dan jelas . Sengketa perbatasan ini akan selalu menjadi ganjalan bagi
25 Sengketa wilayah RI dengan negara lain, antara lain : (1) dengan Singapura (walaupun sudah
ada perjanjian perbatasan kedua negara, namun masih ada potensi perubahan batas negara sebagai
dampak dari kegiatan reklamasi yang dilakukan Singapura yang menggunakan pasir laut dari
Indonesia); (2) dengan Malaysia masih memiliki masalah perbedaan pemahaman batas laut di
Bagian Utara Selat Malaka, Selat Singapura dan Laut Cina Selatan serta perairan Sebelah Timur
Pulau Sebatik (termasuk perairan di Ambalat); (3) dengan Australia tentang garis batas laut perlu
penataan ulang; (4) dengan Filipina yang diselesaikan tahun 2014; (5) dengan Vietnam tentang
landas kontinen di perairan antara Pulau Sekatung di Kepulauan Natuna dan Pulau Kondor di
Vietnam; (6) dengan RRC masih memiliki perbedaan pandangan tentang batas perairan khususnya
di perairan Natuna; (7) dengan India juga menyimpan potensi konflik perbatasan perairan teritorial
di pulau Rondo (NAD) yang termasuk di sekitar pulau Andaman dan Nicobar; (8) dengan Timor
Lorosae, sampai saat ini masih belum mempunyai perjanjian batas wilayah laut; (9) dengan PNG,
telah memiliki kesepakatan tentang batas-batas wilayah darat dan perairan. Walau demikian
56

