Page 237 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 237
Kemudian perlu disadari bahwa situasi geopolitik di Asia-Pasifik masih
didominasi oleh supremasi hegemoni Amerika Serikat dan sekutunya. Salah satu
26
agenda dari aliansi AS adalah untuk melakukan containment strategy terhadap
Tiongkok di bidang politik dan keamanan. Posisi Indonesia yang berada tepat di
tengah wilayah aliansi AS. Sehingga Indonesia perlu mengkaji dengan cermat
langkah yang paling menguntungkan dalam menghadapi aliansi AS. Kebijakan
politik luar negeri bebas aktif perlu dimaknai dengan lebih bijak. Bebas-aktif
seharusnya diartikan juga sebagai kebebasan Indonesia untuk membangun
alignment dengan negara mana pun atau memilih non-align namun pilihan akhir
harus berdasarkan kajian seksama dari dinamika geopolitik regional dan global.
Bukan pensakralan non-alignment sebagai politik bebas aktif Indonesia dalam
situasi apapun (tidak peduli pada dinamika struktur keamanan yang terjadi).
Pakistan dan Thailand merupakan contoh negara yang mendemonstrasikan politik
luar negeri yang sangat dinamis. Di satu sisi, mereka adalah sekutu pertahanan
AS, namun di sisi lain mereka juga membangun kemitraan strategis dengan
Tiongkok untuk bidang ekonomi dan industri pertahanan.
e. Pertahanan Maritim
Sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia
memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim. Hal ini
diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim Indonesia,
tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah dalam menjaga
keselamatan pelayaran dan keamanan maritim. Jika mengkaji keamanan, maka
26
E. Ratner. 2013. Rebalancing to Asia with an Insecure China. The Washington Quarterly.
halaman. 21-38. Washinton D.C. : Center for Strategic and International Studies
58

