Page 249 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 249

PERSEPSI MARITIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEDAULATAN
                                   NEGARA DALAM KONTEKS KESEJARAHAN



                                            Noor Fatia Lastika Sari, S.Hum
                                                 Universitas Indonesia

                                                       ABSTRAK

                       Memasuki  pertengahan  dekade  kedua  di  abad  ke-21,  Indonesia  berada  di  tengah
               pergeseran  geopolitik  yang  mulai  mengarah  ke  Asia.  Dengan  adanya  perkembangan  di
               berbagai  bidang  melalui  organisasi-organisasi  regional  dan  internasional,  Indonesia  turut
               menghadapi  ancaman-ancaman  yang  muncul  sebagai  konsekuensi  dari  berkembangnya
               kawasan Asia Tenggara, yang salah satunya adalah terhadap kedaulatan. Hal ini kemudian
               mengharuskan publik untuk memahami konteks negara maritim beserta dengan implikasinya.
               Untuk  menumbuhkan  kesadaran  maritim,  terdapat  beberapa  persepsi  yang  harus  diubah
               mengenai laut itu sendiri. Laut tidak hanya sebatas perairan yang dimiliki oleh negara dan
               diakui oleh perjanjian internasional, tetapi juga berikut dengan perairan yang bersinggungan
               dengan yurisdiksi negara lain. Seperti penguasaan wilayah darat, penguasaan terhadap laut
               pun dapat memunculkan konflik atau bahkan persengketaan. Selain itu, aktivitas di laut juga
               perlu  diperhatikan  karena  adanya  potensi-potensi  kejahatan  transnasional  yang  masuk  dari
               jalur tersebut, juga pelintasan batas  yang membawa pencari suaka dan nelayan tak berizin
               yang membahayakan ekosistem laut. Maka, permasalahan-permasalahan terkait wilayah laut
               tentunya menjadi semakin luas, mengingat laut tidak hanya sekedar yang ada di permukaan,
               tetapi juga apa yang ada di bawah dan sekelilingnya.

               Kata kunci: negara maritim, persepsi maritim, perbatasan laut, pelintasan batas.


               Latar Belakang

                      Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang hingga
                                                  1
               saat  ini  mencapai  ±13,466  pulau.  Pemersatu  dari  pulau-pulau  tersebut  adalah  laut  yang
               kepemilikannya  telah  diperjuangkan  sejak  kurang  lebih  satu  dekade  pasca  kemerdekaan
               Republik Indonesia, yaitu melalui Deklarasi Djuanda di tahun 1957. Jika proklamasi adalah

               langkah  yang diambil Indonesia untuk memerdekakan tanah airnya, maka deklarasi terkait

               penguasaan laut tersebut dapat dikatakan sebagai pelengkap dari proklamasi itu sendiri.





               1
                   M.  Ambari,  “Berapa  Jumlah  Pulau  Yang  Dimiliki  Indonesia  Sebenarnya?”,  diakses  di
               http://www.mongabay.co.id/2015/05/09/berapa-jumlah-pulau-yang-dimiliki-indonesia-sebenarnya/,  Sabtu,  4
               Juli 2015 pukul 5:25 WIB berdasarkan jumlah pulau yang telah dibakukan dan  didaftarkan dalam sidang United
               Nation Conference on Standardization of Geographical Names (UNCSGN) ke-10 tahun  2012 di New York,
               Amerika Serikat.
                                                            1
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254