Page 252 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 252

Tahap selanjutnya, yaitu tahap ketiga adalah tahap interpretasi. Di tahap ini, sumber-

               sumber  yang  lolos  dari  tahap  kritik  kemudian  penulis  dianalisa  untuk  menemukan  fakta
               sejarah  yang akurat dan objektif. Tahap ini adalah tahap terpenting bagi sejarawan karena

               menunjukkan seberapa baik sejarawan tersebut memaknai fakta sejarah yang ada. Interpretasi
               yang baik adalah interpretasi dengan menilai objek penelitian dari berbagai sudut pandang,

               sehingga muncul berbagai penilaian dan menghindari kesan subjektif dalam penulisan.
                     Tahap  yang  terakhir  adalah  tahap  historiografi  atau  penulisan  sejarah  sesuai  dengan

               urutan  peristiwanya  berdasarkan  data-data  yang  telah  dikumpulkan  dan  dianalisis

               sebelumnya. Pada tahap ini, dilakukan penggabungan fakta-fakta yang kemudian diuraikan
               secara  kronologis,  obyektif,  dan  ilmiah  sehingga  tersusun  suatu  penulisan  sejarah  yang

               sistematis.


               Pentingnya Kesadaran Pembelajaran dan Pendidikan Sejarah

                       Pada  dasarnya,  manusia  akan  terus  mengalami  proses  pembelajaran  di  sepanjang
               hidupnya  karena  adanya  pendidikan  meningkatkan  kualitas  diri  manusia,  yaitu  dengan

               mendapatkan  kemampuan  di  bidang  yang  spesifik,  mengolah  ilmu  pengetahuan  yang
                                                                                      4
               didapatkan,  serta  pertukaran  informasi  dalam  proses  belajar  sendiri.  Pendidikan  selalu
               dipengaruhi  oleh  situasi  yang  ada  di  masyarakat,  baik  sosial,  budaya,  ekonomi,  maupun

               politik.  Hal  tersebutlah  yang  menjadi  penyebab  berubah  dan  berkembangnya  pola
               pengajaran, termasuk sejarah, pada masyarakat mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan

               tinggi.
                       Di bidang ilmu sejarah sendiri, tujuan akhir dari pembelajaran dan pendidikan sejarah

               adalah  untuk  mengembangkan  kemampuan  intelektual  individu  berupa  historical  insight,
               yaitu  pengetahuan  terkait  sebab-akibat  dari  suatu  peristiwa  di  masa  lampau,  sehingga

               masyarakat tidak hanya mengetahui atau memahami tetapi juga mengerti secara mendalam.

               Maka, pendidikan sejarah tidak hanya bersifat wajib (compulsory), tetapi juga hal-hal yang
                                                                          5
               bermanfaat bagi perkembangan bangsa dan masyarakat luas.
                       Selain  itu,  pendidikan  juga  menjadi  penanda  identitas  bangsa.  Terlebih  di  era

               globalisasi  dan  modernisasi  seperti  yang  tengah  berlangsung  saat  ini,  bahwa  adalah  tepat
               rasanya  jika  perubahan  yang  ada  di  masyarakat  harus  dibarengi  oleh  pembinaan  identitas

               bangsa  yang  tepat  melalui  pendidikan  karena  pendidikan  memberikan  kita  wadah  untuk


               4
                 J.S. Bruner, Toward a Theory of Instruction (Cambridge: Harvard University Press, 1966), hlm. 72
               5  Said Hamid Hasan, “25 Tahun Pendidikan Sejarah” dalam Seminar Sejarah Nasional V: Subtema Pengajaran
               Sejarah (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1990), hlm. 72


                                                                                                        4
   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257