Page 270 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 270
256 Gubernur Pertama di Indonesia
85 Toer dkk., Kronik Revolusi Indonesia, hal. 83. Van Mook menyampaikan pernyataan
politik ini atas desakan komandan pasukan Sekutu di Asia Tenggara, Laksamana
Lord Louis Mountbatten. Pemerintah Inggris berharap Belanda segera melakukan
negosiasi dengan pemerintah Sukarno-Hatta agar perang tidak berkepanjangan.
Lihat catatan tentang ketegangan antara Belanda dan Inggris menjelang pendaratan
pasukan Belanda di Indonesia yang ditulis Gde Agung di bagian pendahuluan, From
the Formation of the State of East Indonesia, hal. vii-xlv
85 Anderson, Java in a Time of Revolution, hal. 134-8
86 Anderson, Java, hlm. 134–8.
87 Pendit mencatat ‘Abraham Crijnssen’ sebagai kapal dagang Belanda; tetapi kapal
itu sebenarnya kapal penyapu ranjau yang sejak kekalahan Belanda pada 1942
berlabuh di Australia, kemudian dipakai lagi sebagai kapal patroli di perairan
Indonesia Timur pada masa revolusi kemerdekaan. Lihat Pendit, Bali Berjuang
https://en.wikipedia.org/wiki/HNLMS_Abraham_Crijnssen_(1936)
88 Kejadian ini mirip dengan insiden bendera di Hotel Oranje, Surabaya.
89 https://www.facebook.com/suarabalisayaindonesia/posts/273899822944239
90 Pendit, Bali Berjuang, hlm. 78–82. Tentang pembentukan PRI dan Pesindo lihat
Anderson, Java, hlm. 129.
91 Anderson, Java, hlm. 252–6.
92 Kahin, Nationalism and Revolution, hlm. 141–2.
93 Pendit, Bali Berjuang, catatan kaki hlm. 89–90 dan hlm. 183–4.
94 Ricklefs, A History of Modern Indonesia, hlm. 218–21.
95 https://www.facebook.com/suarabalisayaindonesia/posts/273899822944239
96 Pendit menulis bab tersendiri tentang operasi ini dalam “13 Desember 1945
Pemberontakan melawan Jepang” dalam Bali Berjuang, hlm. 112–8.
Pendit, Bali Berjuang. hal. 119-24
97
98 Wirawan, Pusaran Revolusi Revolusi Indonesia di Sunda Kecil, hlm. 106–7.
99 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sejarah Daerah, hlm. 182–3.
100 Wirawan, Pusaran Revolusi, hlm. 109; catatan pemuda Jawa yang ke Bali dimuat
dalam Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta); Mardia, Tiga Negara, hlm. 58–59.
101 Pendit, Bali Berjuang, hlm. 139–140.
102 Gde Agung, From the Formation, hlm. 5–7.

