Page 209 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 209

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 dengan seluruh armada darat, laut, udara. Peristiwa tersebut memakan
                 korban jiwa dari rakyat Surabaya. Pertempuran tersebut mengakibatkan
                 korban sekitar 20.000 rakyat Surabaya dan sekitar 150.000 orang terpaksa

                 meninggalkan kota Surabaya. Pertempuran terakhir terjadi di Gunungsari
                 pada tanggal 28 November 1945, namun perlawanan secara sporadis masih
                 dilakukan setelah itu. Sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang
                 dengan berperang dengan gigih melawan Sekutu di Surabaya, tanggal 10

                 November 1946 Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari
                 Pahlawan.


                 5.2 Sinopsis dan Story Argument

                 a. Sinopsis

                      Yusuf mengayuh sepedanya menyusuri perkampungan menuju
                 gedung percetakan Soeara Asia. Hari itu adalah hari pertamanya sebagai
                 kepala percetakan. Ia tidak mau mengecewakan Muhammad  Ali,
                 atasannya. Koran harus naik cetak tepat waktu. Namun, Muhammad Ali

                 tiba-tiba memerintahkan Yusuf untuk menghentikan cetakan koran. Kabar
                 kemerdekaan Indonesia yang dia dapat dari Soetomo harus naik cetak juga,
                 karena Domai tidak bisa menyiarkan berita itu.
                      Segera Yusuf kembali ke percetakan, namun terlambat. Atas perintah

                 Tannabe, serdadu Jepang telah menguasai percetakan, dan  koran  sudah
                 mulai cetak. Yusuf tak bisa berbuat apa-apa. Ia kembali untuk mengabarkan
                 itu ke Muhammad Ali, namun, tak jauh beda dengan kondisi percetakan,
                 Soeara Asia juga telah dijaga Jepang. Muhammad Ali, Soetomo, dan RM

                 Bintarti terkurung di ruang redaksi.
                      Tak hilang akal, dengan bantuan  Ahmad, pesuruh di Soeara  Asia,
                 Yusuf mengirimkan pesan ke Muhammad Ali mengenai situasi percetakan.
                 Melalui  Ahmad pula, Muhammad  Ali memerintahkan Yusuf untuk





                208
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214