Page 205 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 205

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 saat itu menyadari apabila petempuran dilanjutkan mereka akan disapu
                 bersih. Melihat kenyataan seperti itu, komandan pasukan sekutu hubungi
                 Presiden Soekarno untuk mendamaikan perselisihan antara pemuda dengan

                 pasukan Inggris di sana. Demi kepentingan perjuangan diplomasi dan
                 politik, maka Presiden Soekarno segera memenuhi permintaan pemimpin
                 tentara Inggris di Indonesia untuk menghentikan pertempuran di Surabaya.
                      Esok harinya, 29 Oktober 1945 Presiden Soekarno beserta Wakil

                 Presiden  Mohammad  Hatta  dan  Meteri  Penerangan  Mr.  Amir  Syarifudin
                 dengan menggunakan pesawat terbang RAF Inggris menuju ke Surabaya.
                 Hari itu juga Presiden bertemu dengan Mallaby di gubernuran. Malam itu
                 dicapai kesepakatan yang tertuang dalam Armistic Agreement regarding the

                 Surabaya-incident: a provisional agreement between President Soekarno of
                 the Republic Indonesia and Brigadie Mallaby, Concluded on the 29 October
                 1945.
                      Mengenai hal lain dirundingkan dengan Mayjen Hawthorn, yang

                 datang ke Surabaya pada tanggal 30 Oktober. Berikut beberapa hasil
                 kesepakatan yang diperoleh pada tanggal 30 Oktober, antara pemimpin
                 Indonesia dan pemimpin pasukan Sekutu di Indonesia:

                 1. Pamflet yang ditanda tangani Mayjen Hawthorn dinyatakan tidak berlaku.

                 2. Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan polisi diakui oleh sekutu.

                 3. Seluruh kota Surabaya tidak dijaga lagi oleh Sekutu, kecuali kamp-kamp
                   tawanan dijaga tentara Sekutu bersama TKR.

                 4. Untuk sementara waktu Tanjung Perak dijaga bersama TKR, polisi, dan

                   tentara Sekutu untuk menyelesaikan tugas menerima obat-obatan untuk
                   tawanan perang.

                      Hasil  perundingan untuk menyelamatkan pasukan Mallaby dari
                 kekalahan total dipertegas oleh menteri penerangan sebagai berikut:




                204
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210