Page 202 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 202

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   proklamasi dari Domei Jakarta diteruskan kepada penguasa tertinggi
                   Indonesia di sana, Mr. Wongsonegoro yang saat itu menjabat Fuku
                   Shuchookan (Wakil Residen Semarang). Berita itu dibacakan Wongsonegoro

                   dalam sidang pleno dan mendapat tanggapan meriah lalu disebarluaskan
                   kepada masyarakat sampai ada berita bantahan dari Domei. Menyerahnya
                   Jepang kepada Sekutu membuat orang-orang Jepang di Domei Semarang
                   kehilangan gairah kerja. Sebaliknya orang-orang Indonesia sangat bergairah

                   bahkan mengambil alih dan menguasai kantor berita Domei. Ketika berita
                   Proklamasi sampai di Bandung melalui “morse cast” dari Domei Jakarta,
                   wartawan dan markonis Domei Bandung yang nasionalis terjegal saat akan
                   menyebarkan berita gembira tersebut. Jepang melarang penyebarannya

                   karena berita tersebut dikirim dari Jakarta tanpa melalui izin Sendenbucho
                   atau Kepala Barisan Propaganda Jepang. Meski Jepang lebih ketat melakukan
                   pengawasan terhadap penyebaran berita tersebut, berita proklamasi tetap
                   dapat sampai ke meja redaksi surat kabar dan radio Jepang Bandung Hoso

                   Kyoku atau Radio Nirom pada zaman Belanda, Harian Tjahaja dan Soeara
                   Merdeka.


                   c. Pertahanan Surabaya menuju 10 November 1945

                         Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu dari Brigade 49 di bawah
                   pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby mendarat di Surabaya. Pasukan
                   itu merupakan bagian dari Divisi ke-23 di bawah pimpinan Jenderal D.C.
                   Hawthorn. Mereka mendapat tugas dari Panglima AFNEI untuk melucuti

                   serdadu Jepang dan menyelamatkan para interniran Sekutu. Pemimpin
                   pasukan Sekutu menemui R.M. Suryo (pemegang pemerintahan Indonesia
                   di Jawa Timur). Namun pemerintah Indonesia di Jawa Timur merasa enggan
                   menerima kedatangan mereka. Setelah diadakan pertemuan antara wakil

                   pemerintah Republik Indonesia dengan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.
                         Berita akan mendaratnya Tentara Sekutu tanggal 25 Oktober 1945 di
                   Surabya dikawatkan pertama oleh Menteri penerangan Amir Syarifuddin

                                                                                       201
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207