Page 200 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 200

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                         Di bidang pendidikan, pada saat pendudukan Jepang pun mengalami
                   perubahan. Sekolah Dasar (Gokumin Gakko) diperuntukkan untuk semua
                   warga masyarakat tanpa membedakan status sosialnya. Pendidikan ini

                   ditempuh selama 6 (enam) tahun. Sekolah menengah dibedakan menjadi
                   dua, yaitu: Shoto Chu Gakko (SMP) dan Chu Gakko (SMA). Di samping
                   itu, ada Sekolah Pertukangan (Kogyo Gakko), Sekolah Teknik Menengah
                   (Kogyo Sermon Gakko), dan Sekolah Guru yang dibedakan menjadi 3 (tiga)

                   tingkatan. Sekolah Guru 2 (dua) tahun (Syoto Sihan Gakko), Sekolah Guru
                   4 (empat) tahun (Guto Sihan Gakko), dan Sekolah Guru 2 (dua) tahun (Koto
                   Sihan Gakko).
                         Pada bulan Febuari 1944 Jepang mengalami kekalahan di medan

                   tempur Laut Filiphina dan Kwayalein di Kepulauan Marshall. Pada bulan
                   Juli 1944 pihak Jepang kehilangan pangkalan angkatan laut di Saipan
                   (kepulauan Mariana), yang mengakibatkan krisis kabinet di Jepang. Tojo
                   meletakan Jabatan dan Jendral Koiso menggantikan sebagai perdana

                   menteri (1944-1945) dengan membawa kecenderungan yang lebih besar
                   untuk memikirkan kemerdekaan semu bagi Indonesia dan bangsa-bangsa
                   lainnya. Koiso mempunyai tugas berat memulihkan kewibawaan Jepang
                   dimata bangsa-bangsa Asia. Pada tanggal 7 September 1944 perdana Menteri

                   Koiso menjanjikan kemerdekaan bagi ‘Hindia Timur’, tetapi dia tidak
                   menentukan tanggal kemerdekaan tersebut. Dia menjanjikan kemerdekaan
                   kepada sejumlah negara termasuk Indonesia. Janji itu disampaikan di
                   depan sidang Teikoku Einkai (Parlemen Jepang) dengan tujuan agar rakyat

                   Indonesia tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang.
                         Sejak diikrarkannya janji kemerdekaan tersebut, di kantor-kantor
                   boleh dikibarkan Sang Merah Putih yang berdampingan dengan bendera
                   Jepang (Hinomaru) serta diperbolehkan juga menggunakan bahasa

                   Indonesia di kantor, sekolah dan media masa. Sebagai realisasi dari janji
                   kemerdekaan  yang  diucapkan  Perdana  Menteri  Koiso,  maka  pemerintah



                                                                                       199
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205