Page 206 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 206

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   1. Pembentukan suatu Kontak Biro yang terdiri dari unsur pemerintah RI di
                     Surabaya bersama-sama tentara Inggris.

                   2. Daerah pelabuhan dijaga bersama, yang ditentukan kedudukan masing-
                     masing oleh Kontak Biro.

                   3. Daerah Darmo, daerah kamp interniran orang-orang Eropa dijaga oleh

                     sekutu. Hubungan antara daerah Darmo dan pelabuhan Tanjung Perak
                     diamankan, untuk mempercepat proses pemindahan tawanan.

                   4.  Tawanan dari kedua belah pihak harus dikembalikan kepada masing-
                     masing pihak.



                         Pada perundingan itu juga disepakati nama-nama anggota Kontak
                   Biro dari kedua belah pihak. Dari Inggris ada 5 orang (Brigjen Mallaby,
                   Kolonel L. H.O Pugh, Wing Commander Groom, Mayor M. Hudson, dan
                   Kapten  H. Shaw.  Dari  pihak Indonesia 9  (Sembilan) perwakilan (Residen

                   Sudirman, Doel  Arnowo,  Atmaji, Mohammad, Soengkono, Soeyono,
                   Koesnandar, Roeslan Abdulgani, dan T. D Kundan selaku juru bahasa).
                         Pasca  tercapainya kesepakatan Presiden Soekarno beserta rombongan
                   kembali ke Jakarta pada pukul 13.00. Setelah presiden dan rombongan kembali

                   ke Jakarta. Meskipun, gencatan senjata sudah diumumkan, tetapi masih terjadi
                   pertempuran  dibeberapa  pertempuran. Oleh karena itu,  para anggota  kontak
                   biro dari  kedua  belah pihak mulai  mendatangi  lokasi-lokasi  masih  terjadi
                   pertempuran.

                         Pada pukul 17.00, tanggal 30 Oktober, seluruh anggota Kontak Biro pergi
                   bersama-sama menuju satu lokasi pertempuran. Tempat terakhir ini adalah Gedung Bank
                   Internatio di Jembatan Merah. Gedung ini masih diduduki pasukan Inggris, dan pemuda-
                   pemuda  masih  mengepungnya.  Pemuda-pemuda  Surabaya  menuntut  pasukan  Mallaby

                   menyerah. Akan tetapi, Mallaby tidak dapat menerima tuntutan itu sehingga terjadi baku
                   tembak yang menyebabkan Mallaby tewas.



                                                                                       205
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211