Page 210 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 210

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   mencetak poster berita kemerdekaan untuk diselipkan di halaman depan
                   koran. Menyebarkan berita dengan bantuan Laskar Rakyat, secara sporadis.
                         Yusuf pergi ke Gubeng. Ia menemui Darsim, ketua Laskar Rakyat.

                   Pada awalnya Darsim tidak percaya, karena dia menganggap Soeara Asia
                   adalah antek Jepang, namun setelah penjelasan mengenai situasi yang
                   dihadapi Muhammad  Ali di Soeara  Asia, Darsim mau membantu. Ia
                   membawa Yusuf ke Klub Harsoyo untuk mencetak poster. Mereka bertemu

                   dengan Wika yang akan membantu mencetak poster. Mereka pun bergerak
                   cepat karena waktu sudah kurang dari 3 jam hingga koran terbit.
                         Sementara itu di Soeara  Asia, situasi makin mencekam.  Ahmad
                   ditangkap Jepang karena ada saksi yang mengatakan ia membantu Yusuf

                   merencanakan sesuatu. Ruang redaksi makin ketat penjagaannya.
                         Poster selesai, Yusuf,  Darsim,  dan Wika berpencar, bergerak  untuk
                   mengabarkan berita kemerdekaan ke kelompok masing-masing. Yusuf
                   lanjut ke percetakan untuk memuat poster di koran yang akan terbit,

                   namun, Jepang meningkatkan penjagaannya dua kali lipat. Seorang serdadu
                   mendapati Yusup menyelinap. Ia dikejar sambil diberondong tembakan.
                   Yusuf kabur. Di tengah pengejaran itu, Yusuf berpapasan dengan  Amir,
                   loper koran kenalannya. Dibantu Amir, Yusuf berhasil melarikan diri dari

                   kejaran Jepang. Yusuf kembali ke Gubeng.
                         Di Gubeng, ia menjelaskan situasi percetakan pada Darsim. Semua
                   koran telah diambil Jepang poster tak bisa diselipkan di koran yang naik
                   cetak. Namun semangat kemerdekaan membuat mereka tak hilang akal,

                   dengan bantuan Amir, ia memerintahkan semuanya bergerak menuju lokasi
                   para loper koran, untuk menyelipkan poster di koran siap edar itu.
                         Koran sampai di tangan Tanabe. Ia kesal melihat poster PROKLAMASI
                   KEMERDEKAAN INDONESIA di halaman pertama. Tanpa bicara apa-apa

                   lagi, ia memerintahkan semua anak buahnya meninggalkan Soeara  Asia.





                                                                                       209
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215