Page 208 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 208

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   di Surabaya. Dalam surat tersebut menyatakan bahwa rakyat Surabaya
                   harus menyerahkan senjata dan diberikan waktu pukul 06.00 pagi tanggal
                   10 November 1945. Jika ultimatum tersebut tidak di patuhi maka Inggris

                   akan mengerahkan kekuatan darat, laut dan udara untuk menghancurkan
                   Surabaya. Oleh karena itu, rakyat Surabaya yang mempersiapkan diri untuk
                   membuat pertahanan dalam kota. Komandan pertahanan kota, Soengkono,
                   pada tanggal 9 November pukul 17.00 mengundang semua unsur kekuatan

                   rakyat dari komandan TKR, PRI, BPRI, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, BBI,
                   PTKR, TKR Laut untuk berkumpul di Markas pregolan 4.
                         Soengkono mempersilahkan siapa pun yang ingin meninggalkan kota.
                   Namun, mereka bertekad untuk mempertahankan kota Surabaya. Mereka

                   membubuhkan tanda tangan pada secarik kertas sebagai tanda setuju, dan
                   diteruskan dengan ikrar bersama. Dengan adanya ultimatum ini, pemimpin
                   Surabaya mengadakan pertemuan. Mereka melaporkan kepada presiden,
                   namun hanya diterima oleh Menteri Luar Negeri Ahmad Subardjo. Menteri

                   luar negeri menyerahkan keputusan kepada rakyat Surabaya. Secara resmi
                   pada pukul 22.00, Gubernur Soeryo melalui radio, menyatakan menolak
                   ultimatum  Inggris. Sebelum  waktu  ultimatum habis,  kota Surabaya telah
                   dibagi  menjadi  3  sektor  pertahanan. Garis  pertahanan  ditentukan  dari

                   JalanJakarta, tetapi penempatan pasukan agak mundur ke Krembangan,
                   Kapasan, dan Kedungcowek. Garis kedua di sekitar Viaduct. Garis ketiga di
                   daerah Darmo. Pembagian tiga sektor meliputi sektor barat, sektor tengah,
                   dan timur. Sektor barat dipimpin oleh Koenkiyat. Sektor tengah dipimpin

                   oleh Kretarto, dan Marhado, sedangkan sektor timur dipimpin oleh Kadim
                   Prawirodihardjo. Sementara itu, radio perlawanan yang dipimpin oleh
                   Bung Tomo membakar semangat juang rakyat. Siaran ini dipancarkan dari
                   Jalan Mawar No. 4.

                         Pada tanggal 10 November tepat pukul 06:00 setelah habis waktu
                   ultimatum. Inggris mulai menepati janjinya dengan mengempur Surabaya



                                                                                       207
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213