Page 256 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 256

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   sebenarnya pada  waktu  itu.Hal  itu  bukan  saja  disebabkan  adanya  sensor
                   yang keras dari pemerintah militer Jepang, tetapi juga takut menghadapi
                   resiko dihukum berat bagi siapa saja yang memberitakan hal-hal yang

                   tidak  sejalan  dengan kepentingan  pihak  penguasa.Hal itu  merupakan
                   sebagai salah satu antisipasi terhadap meluasnya rasa kebencian dan
                   permusuhan  terhadap  Jepang,  pengawasan  yang  sangat  ketat  terhadap
                   pers harus dijalankan.Melalui pers, pemerintah militer Jepang dapat

                   mempropagandakan  program-programnnya,  dan  sebaliknya  masyarakat
                   juga dapat menggunakan pers sebagai penyalur aspirasi, pendapat serta
                   kritik atau kontrol sosial.
                         Sementara  itu dengan dilarangnya  menggunakan bahasa Belanda

                   karena dianggap sebagai bahasa musuh, maka bahasa Indonesia menjadi
                   semakin penting kedudukan dan peranannya sebagai bahasa nasional.
                   Demikian juga halnya dengan pers. Tiadanya surat  kabar  Belanda telah
                   memungkinkan pers Indonesia yang pada tahun 1930-an diejek sebagai

                   surat kabar “setalenan” berubah menjadi surat kabar yang sesungguhnya
                   pada zaman Jepang. Masalah gedung percetakan, persediaan kertas, tinta
                   dan peralatan pers lainnya tidak lagi menjadi persoalan.Pemerintah Jepang
                   bisa dengan seenaknya merampas gedung percetakan Belanda atau Cina

                   sebagai “Milik Balatentara” dan mengerahkan orang-orang Indonesia
                   sebagai tenaga kerjanya.
                         Situasi Jepang kemudian semakin memburuk di dalam bulan Agustus
                   1944. Dalam tahun 1944 dengan jatuhnya Saipan dan dipukul mundurnya

                   Angkatan Perang Jepang oleh Angkatan Perang Sekutu dari Papua Nugini,
                   Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall, seluruh garis pertahanan
                   di Pasifik mulai bobol yang berarti kekalahan Jepang telah terbayang.
                   Kemudian Jepang mengalami serangan udara Sekutu atas kota-kota Ambon,

                   Makassar, Manado, dan Surabaya. Dan pada tanggal 1Mei 1945 tentara
                   Sekutu mendarat untuk pertama kalinya di daerah Lingkas yang sesudah
                   itudisusul dengan menguasai Tarakan.

                                                                                       255
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261