Page 259 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 259

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 pemuda Jawa seperti BPRI yang dipimpin oleh Bung Tomo dari Surabaya.
                      Banyak hal yang terjadipada masyarakat Banjarmasin untuk
                 memperoleh kemerdekaanya salah satunya adalah pengalaman Sunaryo

                 dan Syahrul dimana mereka sempat mendengar kekalahan Jepang terhadap
                 sekutupada tanggal 16  Agustus 1945 melalui radio secara sembunyi-
                 sembunyi. Berita kekalahan Jepang tersebut tidak dapat diinformasikan
                 kepada rakyat dikarenakan Jepang selalu mengawasi gerak-gerik rakyat.

                      Jepang melakukan  pelarangan  kepemilikan radio di masyarakat,
                 namun tidak menutup kemungkinan banyak rakyat yang masih menyimpan
                 radio secara sembunyi-sembunyi.  Akan tetapi bisa jadi peristiwa
                 kemerdekaan  sudah  diterima  oleh  rakyat  lebih  awal,  namun  tidak  bisa

                 menyebarkannya secara langsung dan terbuka. Berita proklamasi secara
                 resmi diperoleh dari seorang pejuang Banjarmasin.
                      A.A Hamidhan, adalah pejuang Banjarmasin yang diutus oleh Jepang
                 sebagai perwakilan dari surat kabar Borneo Simboen terbitan Banjarmasin

                 untuk meliput kegiatan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di
                 Jakarta pada 15 Agustus 1945. Hamidhan menjadi salah satu saksi dalam
                 pembacaan konsep proklamasi dan Hamidhan juga mengikuti sidang-sidang
                 PPKi yang berlangsung pada tanggal 18 dan 19 Agustus di halaman rumah

                 Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur.
                      Pada 20 Agustus ketika kembali ke Banjarmasin Hamidhan seharusnya
                 memiliki kewajiban untuk menyampaikan berita kemerdekaan Indonesia
                 kepada seluruh rakyat Banjarmasin. Namun, setelah tiba di Banjarmasin

                 Meinsebu Chokan melarang Hamidhan menyebarkan berita penting tersebut
                 dan melarang  Hamidhan bertemu dengan siapapun. Menseibu  Chokan
                 menawarkan  A.A Hamidhan untuk mengisolasikan diri ke Jakarta tapi
                 Hamidhanlebih memilih bersembunyi di Rantau tempat kelahirannya.

                      Sebagai salah seorang pemimpin yang dipercaya oleh tokoh-tokoh
                 Kalimantan yang berada di Jawa, Hamidhan mendapat tugas, yaitu:
                 Pertama, mendirikan Komite Nasional Indonesia daerah Kalimantan. Kedua,

                258
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264