Page 258 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 258

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   banyak tokoh dimasa itu pula yang bukan merupakan gubernur tetapi
                   memiliki peranan dalam menyebarkan berita proklamasi. Mereka adalah
                   para pemuda yang tergabung dalam Barisan Pelopor Istimewa, khususnya

                   karena sejak lama telah membuat dirinya sebagai spesialis bagi daerah-
                   daerah tertentu, misalnya Chalid Rasjidi dan Semaun Bakri untuk Banten,
                   Ir. Sakirman untuk Kedu, S. Suhud untuk Pati, Sumaryo untuk Yogyakarta,
                   Surwoko untuk Solo, Ismangunwinoto untuk Kediri.

                         Wilayah Sumatera diwakili oleh Teuku Nyak Arief untuk Aceh, Amir
                   Sjarifuddin untuk Sumatera Barat, Mr. Teuku Mohammad Hasan selaku
                   Gubernur Sumatera pada masa itu. Serta Gubernur di wilayah Jawa barat
                   oleh Sutarjo  Kartohadikusumo,  R.  Pandji  Soeroso  Gubenur  Jawa  tengah,

                   R.A. Soerjo Gubernur Jawa timur. Wilayah Kalimantan oleh Ir. Pangeran
                   Moh. Noor, Gubernur Sulawesi oleh Dr. G.S.S.J. Ratulangie, GubernurNusa
                   Tenggara/ Sunda Kecil oleh Mr. I Gusti Ketut Pudja dan Gubernur Maluku
                   oleh Mr. J. Latuharhary. Serta  Ahmad Soebardjo yang menjabat sebagai

                   Menteri Luar Negeri melalui perwakilan Indonesia di luar negeri, yaitu Dr.
                   Sudarsono untuk New Delhi.
                         Selain melalui buah  bibir, berita penyebaran proklamasi juga tersebar
                   melalui koran, contohnya koran Soeara Asia, Thahaja, Merdeka, Asia-Raya,

                   juga melalui siaran radio Hoso Kanri Kyoku dan radio Yoshima/Domei,
                   melalui pamflet, pengeras suara, dan melalui utusan seperti yang telah
                   dijelaskan diatas.
                         Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, berita tentang

                   proklamasi kemerdekaan Indonesia telah terdengar di  Kalimantan tidak
                   lama setelah 17 Agustus 1945.Sikap represif Jepang menjadi faktor penting
                   dalam hal ini disamping faktor sarana dan prasarana sehingga seminggu
                   setelah peristiwa bersejarah proklamasi tidak terjadi apapun di masyarakat.

                   Namun, informasi mengenai Proklamasi kemerdekaan akhirnya telah
                   sampai juga di Kalimantan. Gelombang radio, surat kabar, para pejuang
                   yang datang dari Jawa, pamlet, ataupun ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan

                                                                                       257
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263