Page 385 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 385

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 hingga lapisan bawah. Orang-orang Belanda dan golongan yang mendukung
                 NICA diboikot oleh masyarakat lapisan bawah.
                      Pada tanggal 20 Desember 1945 tercapai kesepakatan yang menerima

                 ketentuan-ketentuan kerja sama antara  kaum republik  dan NICA,  tetapi
                 kesepakatan yang menguatkan  posisi Indonesia banyak dilanggar oleh
                 pihak Belanda, sehingga Republik Indonesia secara sepihak membatalkan
                 perjanjian tersebut pada tanggal 27 Januari 1946.

                      Kepemimpinan panglima pasukan Sekutu, Jendral Chilton, sangat
                 lemah dalam menghadapi sepak terjang pasukan NICA yang terus saja
                 melakukan aksi teror terhadap kaum Republik.
                      Dengan cara apapun NICA mencoba menguasai Sulawesi. Salah

                 satunya dengan membujuk Najamudin Daeng Malewa - yang dianggap oleh
                 masyarakat Sulawesi sebagai Penjahat Perang - bergabung dengan NICA
                 dan  ditawari kedudukan  dan upah  yang tinggi. Kejadian  ini  membuat
                 masyarakat Sulawesi menganggap Najamudin Daeng Malewa sebagai

                 pengkhianat.
                      Memang tidak  dapat dipungkiri  ketika proklamasi berkumandang
                 di  Indonesia,  terjadi  pro  dan  kontra. Pihak  kontra  berasal dari  raja-raja
                 luar Jawa yang telah didukung dan dijadikan kaya oleh Belanda, sehingga

                 mereka tidak tertarik terhadap kemerdekaan. Pihak ini lah yang menjadi
                 duri dalam daging bagi kemerdekaan Indonesia. Banyak diantara mereka
                 yang berkomplot dengan Belanda untuk memperkaya diri mereka. Hal ini
                 membuat Pemerintahan Ratulangie dihadapkan oleh kondisi yang dilematis.

                 Di satu pihak berhadapan dengan aksi provokasi Belanda, tapi di pihak lain
                 menghadapi sikap radikalisme pemuda dan pelajar hingga kaum Republik
                 berhaluan moderat dengan sikap rasio dan logika yang tidak menhendaki
                 pertumpahan darah yang dianggap sia-sia praktis tersingkir.

                      Sementara  itu  di  kalangan  bangsawan  kerajaan-kerajaan,  Sulawesi
                 Selatan terbagi antara pendukung Republik, terutama dari kalangan kerajaan
                 Bone, dengan kalangan yang tetap ingin menjalin kerja-sama dengan pihak

                384
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390