Page 382 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 382

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   agar bekerja sama dengan Belanda, tetapi perintah tersebut ditolak oleh
                   raja-raja seluruh pegawai negeri di Sulawesi.
                         Pada 1 Desember 1945 Raja Bone berinsiatif melaksanakan pertemuan

                   yang  pernah  dilakukan  kediaman  Andi  Sultan  Daeng  Raja,  dimana
                   diputuskan bahwa akan dilaksanakan pertemuan berkala untuk memberikan
                   dukungan bahwa rakyat Sulawesi Selatan berada di belakang proklamasi
                   kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pertemuan ini dihadiri hampir seluruh raja-

                   raja di Sulawesi Selatan. Pertemuan ini kemudian menghasilkan keputusan
                   yang memperkuat sikap selama ini, yaitu tetap berdiri di belakang proklamasi
                   kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan tidak sudi berhubungan NICA.



                   d. Penyerbuan Hotel Empress
                         Pihak Belanda semakin gencar melakukan aksinya menangkap para
                   nasionalis yang dicurigai akan melakukan aksi perlawanan. Sebagai contoh
                   penangkapan Manai Sofjan pada tanggal 28 Oktober 1945 di rumahnya.

                   Mengetahui Manai Sofjan ditahan, para pemuda dan pelajar melakukan
                   pertemuan di rumah Lanto Daeng Pasewang dibawah pimpinan Rivai Paerai
                   yang merupakan calon mahasiswa yang disiapkan jepang untuk belajar
                   ke Tokyo. Dalam pertemuan tersebut membahas mengenai cara merebut

                   kekuasaan di Makassar dengan hasil keputusan untuk melakukan  gerakan
                   tanggal 29 oktober 1945. Mereka akan melancarkan aksi di Empress Hotel
                   yang mereka rundingkan dengan PPNI, tetapi tidak mereka rundingkan
                   dengan Gubernur Sam RatuLangi dan PKR. Aksi penyerangan direncanakan

                   mulai pukul 05.00 pagi. Barisan yang akan menyerbu sudah disiapkan sejak
                   pukul 04.00 subuh dan memperhitungkan bahwa penduduk sudah mulai
                   bangun dan akan bisa diajak ikut membantu. Diperkirakan pada waktu itu,
                   pihak Belanda masih tidur lelap. Pada kesempatan itu, Manai Sofyan berhasil

                   meloloskan diri dari tahanan dan kembali memimpin PPNI melakukan aksi
                   perlawanan.



                                                                                       381
   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387