Page 378 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 378

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   (kepulauan Mariana), yang mengakibatkan krisis kabinet di Jepang. Tojo
                   meletakan Jabatan dan Jendral Koiso menggantikan sebagai perdana
                   menteri (1944-1945) dengan membawa kecenderungan yang lebih besar

                   untuk memikirkan kemerdekaan semu bagi Indonesia dan bangsa-bangsa
                   lainnya. Koiso mempunyai tugas berat memulihkan kewibawaan Jepang
                   dimata bangsa-bangsa Asia.
                         Pada tanggal 7 September 1944 perdana Menteri Koiso menjanjikan

                   kemerdekaan bagi ‘Hindia Timur’, tetapi dia tidak menentukan tanggal
                   kemerdekaan tersebut. Dia menjanjikan kemerdekaan kepada sejumlah
                   negara termasuk Indonesia. Janji itu disampaikan di depan sidang
                   Teikoku Einkai (Parlemen Jepang) dengan tujuan agar rakyat Indonesia

                   tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Sejak diikrarkannya janji
                   kemerdekaan tersebut, di kantor-kantor boleh dikibarkan Sang Merah
                   Putih  yang  berdampingan  dengan  bendera  Jepang  (Hinomaru), serta
                   diperbolehkan juga menggunakan bahasa Indonesia di kantor, sekolah

                   dan media masa. Sebagai realisasi dari janji kemerdekaan yang diucapkan
                   Perdana Menteri Koiso, maka pemerintah Jepang dibawah pimpinan Letnan
                   Jenderal Kumakici Harada pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan
                   pembentukan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai. Tindakan ini

                   merupakan langkah nyata pertama Jepang bagi pelaksanaan janji Koiso.
                         Pihak Jepang semakin terdesak dengan pemboman oleh  Amerika
                   pada tanggal 6  Agustus dan 9  Agustus 1945 di kota Hiroshima dan
                   Nagasaki. Pada tanggal 15  Agustus Jepang menyerah  tanpa syarat,

                   dan memberikan kesempatan bagi para pemimpin Indonesia untuk
                   memproklamasikan kemerdekaan. Desakan dari kaum muda kepada kaum
                   tua untuk mempercepat proses proklamasi dengan membawa kaum tua ke
                   Rengasdengklok. Kejadian ini terkenal dengan ‘Peristiwa Rengasdengklok’

                   yang terjadi pada tanggal 16  Agustus 1945. Peristiwa Rengasdengklok
                   mengantar pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.



                                                                                       377
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383