Page 379 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 379

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 b. Penyebaran Berita Proklamasi di Sulawesi

                      Pada tanggal 17 Agustus 1945 menyebaran berita proklamasi berhasil
                 disiarkan oleh M.Yusuf Ronidipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto yang
                 merupakan tokoh-tokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita

                 proklamasi. Selain itu, Berita proklamasi diserbakan melalui surat kabar
                 CAHAYA yang terbit di Bandung dan dan SOEARA  ASIA yang terbit
                 di Surabaya. Para pemuda yang berjuang lewat pers antara lain  Adam
                 Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, B.M. Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto

                 Iskandardinata, G.S.S.J. Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo
                 Wiryopranoto, Sumanang S.H, Manai Sophian dan  Ali Hasyim. Selain
                 melalui lembaga pemberitaan seperti radio dan surat kabar, berita
                 proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui pemasangan

                 pamflet, poster, dan spanduk. Sejumlah besar pamflet disebarkan keberbagai
                 penjuru kota. Pamflet, poster dan spanduk dipasang ditempat-tempat
                 strategis. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga menyebar melalui
                 coretan pada tembok-tembok dan gerbong-gerbong kereta api.

                      Reaksi masyarakat terhadap berita proklamasi kemerdekaan Indonesia
                 ini beragam, ada yang menyambut dengan antusias dan penuh suka cita
                 (perasaan ini datang dari sebagian besar masyarakat Indonesia, ada yang
                 tidak percaya dan menganggap berita itu hanya sebagai isu (biasanya

                 ini dari kalangan yang jauh dari Jakarta), dan ada yang ragu-ragu dan
                 lebih memilih bersikap tenang dan waspada serta melihat perkembangan
                 selanjutnya. Akan tetapi intinya sebagian besar rakyat Indonesia menyambut
                 dengan penuh antusias. Dimana-mana rakyat merayakan dan meneriakkan

                 pekik “MERDEKA!” sebagai ungkapan kegembiraan sekaligus kesiapan
                 menghadapi kekuatan Jepang maupun Sekutu.
                      Para raja di Jawa dan Bali menyatakan dukungan atas berdirinya RI.
                 Di Sulawesi, Makasar, dan Bugis banyak pula mengakui kekuasaan Sam

                 Ratulangi  sebagai  Gubernur.  Raja  Bone  juga  memberikan  dukungan  atas


                378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384