Page 377 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 377

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 karena itu, Jepang membuka persawahan yang berada di wilayah Sumatera
                 Timur, Kalimantan, Sulawesi dengan menerapkan peraturan ketat dalam
                 pengawasan penanaman pangan, terutama padi.

                      Pemerintah Jepang juga melakukan pungutan dan penyaluran padi
                 serta menentukan harganya. Peraturan tersebut dibentuk dibawah Shokuryo
                 Kanri Zimusyo (SKZ) atau Badan Pengelolalaan Pangan. Para petani harus
                 menjual hasil produksi padi kepada pemerintahan dengan harga yang

                 ditetapkan. Hal ini tentu menimbulkan kerugian bagi masyarakat Sulawesi.
                 Sehingga pada masa pemerintahan Raja Bone XXXII  Andi Mappanyukki
                 Sultan Ibrahim, rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap
                 pendudukan Jepang di wilayah Bone. Perlawanan ini terkenal dengan nama

                 “Peristiwa  Unra,”  sebab  terjadi  desa  Unra kecamatan  Awampone  Onder
                 distrik Jaling. Dasar pemicunya adalah pengambilalihan secara paksa padi
                 penduduk oleh Jepang untuk keperluan perang melawan sekutu. Dipimpin
                 oleh Haji Temmale, perlawanan ini memakan banyak korban jiwa dari kedua

                 dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, Raja Bone XXXII memerintahkan
                 untuk menghentikan pertempuran tersebut karena ia melihat Jepang masih
                 tanggung untuk dilawan. Dan akhirnya pemimpin perlawanan yakni haji
                 Temmale dibawa oleh Jepang dan dibunuh oleh kampetai.

                      Sepanjang pendudukan Jepang di Indonesia, rakyat pribumi juga
                 mengalami penderitaan yang sangat mendalam. Penderitaan ini ditandai
                 dengan adanya suatu bentuk kekerasan yang disebut romusha dan jugun
                 ianfu. Romusha merupakan pekerja paksa yang ada pada zaman Jepang.

                 Kebanyakan yang menjadi romusha adalah petani. Jumlah pekerja yang
                 menjadi Romusha pada waktu itu antara 4 sampai 10 juta jiwa. Jugun ianfu
                 adalah budak seks pada zaman Jepang. Mereka dijadikan sebagai penghibur
                 bagi tentara Jepang.

                      Pada bulan Febuari 1944 Jepang mengalami kekalahan di medan
                 tempur Laut Filipina dan Kwayalein di Kepulauan Marshall. Pada bulan
                 Juli 1944 pihak Jepang kehilangan pangkalan angkatan laut di Saipan

                376
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382