Page 376 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 376

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   Heiho untuk keperluan perang Asia Pasifik. Selain itu, Jepang juga mencari
                   pemimpin –  pemimpin politik  agar membantu jepang mengatur  negeri
                   dalam memobilisasikan rakyat.

                         Pertama-tama dengan menghapus organisasi politik dari rezim
                   sebelumnya. Pada bulan  Maret 1942  semua kegiatan politik dilarang  dan
                   kemudian semua perkumpulan yang ada secara resmi dibubarkan dan pihak

                   Jepang mulai membentuk organisasi baru. Jepang melihat potensi tokoh-
                   tokoh seperti Manai Sofyan (Pengajar Taman Siswa dan Sekolah Dagang),
                   Yusuf Daro Sama (Pimpinan PSII), Najamuddin Daeng Melawa (Tokoh
                   Masyarakat  Makassar), Sudibyo  Hadikusumo (Dokter  Hewan)  untuk
                   membantu pemerintahan Jepang.  Akan tetapi para tokoh tersebut tidak

                   langsung menerima tawaran Jepang. Meski pada akhirnya mereka terpaksa
                   memenuhi kemauan Jepang dengan membentuk pemerintahan kota.
                         Kewaspadaan dan minimnya dukungan para tokoh Indonesia terhadap

                   Jepang karena mereka melihat kepemimpinan Jepang di Indonesia tidak
                   jauh berbeda  dengan Belanda  yang  bertujuan  untuk  kepentingan  mereka
                   sendiri. Namun  beberapa pejabat politik Indonesia juga menimbang jika
                   menerima tawaran jepang untuk bekerjasama dalam gerakan-gerakan yang
                   dibentuk oleh Jepang, maka dapat mengurangi kekerasan pemerintahan dan

                   memanipulasi perkembangan-perkembangan untuk kepentingan bangsa
                   Indonesia.
                         Pemerintahan Jepang di Makassar menerapkan politik yang sangat

                   kejam dengan mempekerjakan kaum intelektual tidak sesuai dengan
                   keahlian mereka. Selain itu, Jepang juga menerapkan kebijakan self help
                   untuk memenuhi kebutuhan perang Pasifik dimana Jepang berusaha
                   menguasai sumber bahan mentah untuk industri perang.
                         Terdapat  perbedaan  cara  eksploitasi  Jepang  di  wilayah  jawa  dan

                   di wilayah luar jawa. Di Jawa, Jepang memanfaatkan tenaga kerja yang
                   banyak  karena  sumber  daya  manusia  merupakan  produk  utama  di  Jawa,
                   sedangkan di luar Jawa jepang memanfaatkan sumber daya alam. Oleh

                                                                                       375
   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381