Page 381 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 381

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 pencegatan sekolompok berseragam hijau yang meminta pemuda Indonesia
                 yang sedang menggunakan lencana merah putih untuk melepaskan lencana
                 tersebut  dan  penurunan  Bendera  di  Kompleks  gubernuran  oleh  pemuda

                 pelajar. Peristiwa tersebut mengakibatkan serangan tembak-menembak
                 yang menuai korban seorang pemuda Indonesia. Hal ini menyebabkan
                 kota Makassar menjadi tegang sehingga Gubernur Sulawesi Sam Ratulangi
                 mengkordinir seluruh potensi nasional di Sulawesi dengan mendirikan

                 Pusat Keselamatan Rakyat (PKR).
                      Raja-raja yang berada di Sulawesi yang masih memiliki pengaruh
                 kekuasaan, mendukung Dr. Sam Ratulangi dan memberikan perintah untuk
                 bertindak  atas nama  mereka dalam  menentukan status daerah-daerah

                 kerajaan apabila dilakukan perundingan dengan Republik dengan sekutu.
                 Salah satunya kehadiran Raja Bone Andi Mappanyukki, menantunya Andi
                 Jemma Datu Luwu, puteranya Andi Abdullah Bau Massepe Datu Suppa dan
                 Andi Pengerangan Pettarani. Dalam konferensi ini berhasil dirumuskan

                 satu resolusi mendukung pemerintah yang sah dibawah gubernur Sam
                 Ratulangi.
                      Dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada tanggal
                 17  Oktober  1945 seluruh pelosok  Makassar  diwarnai  dengan  pengibaran

                 bendera merah-putih yang merupakan seruan dari PPNI. Pengibaran ini
                 dibiarkan oleh pihak Sekutu, tetapi tidak disenangi oleh Belanda. Ternyata
                 Belanda tidak menyenangi kepemimpinan Brigadir Jendral McDougherty
                 yang dinilai terlalu berpihak kepada kaum Republik di Sulawesi Selatan.

                 Tanpa diduga, dengan tiba-tiba saja MacDougherty copot jabatan pada
                 19 Oktober 1945 dan diganti oleh Brigadir Jendral Chilton dari Australia.
                 Pencopotan jabatan MacDougherty dan Wegner digantikan oleh Dr. Lion
                 Catchet. Kebijakan yang diambil oleh  Dr.  Lion Catchet menguntungkan

                 Belanda sehingga pasukan NICA bebas untuk melakukan konsiyiring
                 dengan berkeliaran membawa senjata dan menurunkan bendera di seluruh
                 pelosok Makassar. Chilton berusaha untuk mengancam raja-raja Sulawesi

                380
   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386