Page 383 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 383

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                      Pasukan NICA melakukan aksi pembersihan di kota Makassar dan
                 menduduki Empress Hotel sebagai markas mereka dan kemudian diperluas
                 menduduki tangsi-tangsi polisi di Jalan Gowa, kantor gubernur, kantor

                 polisi di Jalan Balaikota dan tempat-tempat strategis di Makassar. Hotel
                 Empress diserang secara mendadak oleh pasukan pemuda yang membuat
                 pasukan Belanda terkejut. Dalam penyerangan tersebut pasukan pemuda
                 berhasil menurunkan bendera Belanda dan menggantinya dengan bendera

                 Merah Putih di halaman depan hotel Empress. Akan tetapi, ketika pasukan
                 pemuda sedang melucuti senjata para pembesar NICA tiba-tiba pasukan
                 Australia  melepaskan  tembahan  dan  berhasil menangkap  para  pemuda.
                 Banyak dari pasukan pemuda yang melarikan diri dan lolos, tetapi mereka

                 yang tertangkap segera dimasukan kedalam penjara dan diinterogasi
                 mengenai peristiwa Hotel Empress. Kejadian ini justru memperkuat posisi
                 Belanda dan merugikan Republik Indonesia di Makassar. Selain memperkuat
                 keamanan dan menjadikan Hotel Empress sebagai tempat penampungan,

                 para pembesar Sekutu dan NICA Belanda juga menduduki tangsi polisi di
                 Jalan Gowa, kantor Gubernur, kantor Polisi di Jalan Balai Kota dan beberapa
                 tempat lain yang cukup strategis. Bendera-bendera Belanda juga berkibar
                 menggantikan dwi warna merah-putih.

                      Akan tetapi berkat usaha dari Gubernur Sam Ratulangi, akhirnya
                 para tawanan peristiwa Hotel Empress dapat dibebaskan. Semua tawanan
                 tersebut yang sebagian besar terdiri dari pemuda / pelajar tidak bertahan di
                 kota Makassar karena merasa tidak aman lagi oleh sepak-terjang pasukan

                 Belanda NICA, dan pergi menuju Limbung, di luar kota. Di tempat itulah
                 menjadi salah satu pusat perlawanan di Makassar.

                 e. Petisi PBB dan Penangkapan Sam Ratulangi
                      Keadaan Makassar semakin menegangkan bagi penduduk sipil.
                 Banyak aksi gerilya yang dilancarkan baik oleh pasukan pemuda Indonesia,





                382
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388