Page 432 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 432

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah
                   pimpinan Kapitan Pattimura, seorang bekas sersan mayor tentara Inggris.
                   Pattimura menjadi pemimpin rakyat Maluku untuk melawan Belanda.

                   Faktor penyebab perlawanan ini akibat kesengsaraan rakyat sudah begitu
                   memuncak karena  kebijakan-kebijakan Belanda yang memberatkan
                   rakyat seperti; pemberlakuan kerja wajib, pemberlakuan uang kertas, dan
                   pengangkatan pemuda Maluku menjadi serdadu Belanda. Pattimura pun

                   mengajukan daftar keluhan rakyat atas kebijakan semena-mena tersebut.
                   Namun tidak mendapatkan tanggapan oleh pemerintah Belanda.Akhirnya,
                   pemberontakan dilakukan. Dengan mempersatukan rakyat, pasukan
                   Pattimura unggul. Ditandai dengan terbunuhnya Residen Belanda, Van

                   Der Bergh. Tapi perlahan-lahan, kekuatan Belanda bangkit kembali seiring
                   bantuan dari Batavia.Pasukan Pattimura dipaksa untuk bergerilya dan
                   akhirnya harus menyerah dan dihukum gantung di  Ambon. Di depan
                   benteng New Victoria pada tanggal 16 Desember 1817. Setelah Pattimura

                   tiada, lahir pahlawan-pahlawan lain seperti  Anthonie Rhebok, Thomas
                   Pattiweal, Lucas Latumahina, dan Johanes Matulessi.
                         Pada tanggal 15 Mei 1817 serangan dilancarkan terhadap benteng
                   Belanda,‘Duurstede’ di Pulau Saparua. Residen Van Den Berg terbunuh.

                   Pattimura dalam perlawanan ini dibantu oleh teman-temannya; Philip
                   Latumahina, Anthony Ribok, dan Said Perintah. Berita kemenangan pertama
                   ini membangkitkan semangat perlawanan rakyat di seluruh Maluku. Paulus
                   Tiahahu dan putrinya Christina Martha Tiahahu berjuang di Pulau Nusalaut,

                   dan  Kapitan Ulupaha  di  Ambon.Tetapi perlawanan  rakyat ini akhirnya
                   dapat dikalahkan dengan penuh tipu muslihat dan kelicikan dapat oleh
                   Belanda. Pattimura dan teman-temannya pada tanggal 16 Desember 1817
                   dijatuhi hukuman mati di tiang gantungan, di Fort Niew Victoria, Ambon.

                         Gagasan awal mengenai Ke-Indonesia-andi Maluku sudah ada,
                   jauh  sebelum  proklamasi  kemerdekaan  dibacakan,  tepatnya  pada  sekitar
                   tahun 1890an. Munculnya gagasan keindonesiaan tersebut diawali dengan

                                                                                       431
   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437