Page 435 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 435

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                      Pada masa pendudukan Jepang di Ambon, kaum nasionalis Ambon
                 merasa sulit untuk memperjuangkanIndonesia merdeka. Tak hanya itu,
                 mereka juga kesulitan untuk menerapkan pemikiran dan gagasan mereka

                 untuk melakukan perubahan dikarenakan sistem pemerintahan Jepang
                 yang bersifat militer sehinggasangat membatasi kegiatan kaum pergerakan
                 kemerdekaan di  Ambon. Selain itu aparat pemerintah sipil pun  tidak
                 memiliki pengaruh sama sekali dan hanya tunduk dengan pemerintah

                 Jepang.
                      Sistem yang diterapkan Jepang mengubah struktur masyarakat di
                 Ambon yang sebelumnya telah dibentuk oleh Belanda. Perubahan sistem
                 tersebut membawa dampak yang begitu besar bagi masyarakat  Ambon

                 mengingat pada masa pemerintahan Hindia Belanda pengaruh Belanda
                 begitu kuat melekat pada kehidupan masyarakat di  Ambon. Perubahan-
                 perubahan itu diantaranya adalah semua orang-orang kulit putih (Eropa)
                 ditangkap dan dibunuh dan orang-orang Maluku yang pada masa penjajahan

                 Belanda bekerja untuk Belanda dimanfaatkan oleh Jepang.
                      Baik kaum pergerakan maupun masyarakat tidak dapat berbuat apa-
                 apa karena merasa takut kepada aparat keamanan, dinas rahasia serta mata-
                 mata Jepang. Selain itu, organisasi sosial pun hanya dapat berfungsi apabila

                 mendapatkan izin dari pemerintah Jepang terlebih dahulu. Sehingga dengan
                 kondisi yang seperti itu, sangat sulit untuk memberikan kontribusi untuk
                 memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sebab yang dilakukan kaum
                 pergerakan dan masyarakat di Ambon hanyalah untuk membantu Jepang

                 dalam rangka memenangkan peperangan melawan sekutu.
                      Selain itu, karena pengawasan yang sangat ketat juga menyulitkan
                 para kaum pergerakan untuk berkomunikasi dengan para nasionalis yang
                 ada di pulau Jawa, mengingat Jepang juga mengendalikan semua sarana

                 komunikasi dan media massa di Ambon.
                      Di sisi lain mengenai kehidupan rakyat  Ambon, tak jauh berbeda
                 dengan masa sebelumnya. Kesejahteraan masyarakat setelah kedatangan

                434
   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440