Page 436 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 436

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   Jepang nyatanya makin memburuk. Masyarakat semakin melarat dan susah
                   hidupnya  karena diterapkannya  romusha  (kerja  paksa).  Mereka  disiksa
                   tanpa belas kasihan dan perikemanusiaan. Pendidikan yang diberikan oleh

                   pemerintah Jepang pun semata-mata hanya sebagai alat propaganda dan
                   berupaya memanfaatkan para pelajar untuk mengikuti wajib militer menjadi
                   tentara Jepang dalam rangka membantu Jepang dalam perang.
                         Cara hidup masyarakat  Ambon pun diatur sedemikian rupa dan

                   harus mengikuti cara hidup orang Jepang seperti sikap, cara berpakaian,
                   menyanyikan lagu kebangsaan  Jepang,  serta  memberikan  hormat  kepada
                   bendera Jepang. Kegiatan keagamaan juga dibatasi bahkan banyak
                   pendeta ditangkap dan dibunuh. Dakwah Islam pun tidak dapat berjalan

                   sebagaimana mestinya. Para intelektual yang dianggap membahayakan
                   pun ditangkap dan dibunuh.Namun dengan segala keterbatasan yang ada,
                   kaum pergerakan terus melakukan gerakan bawah tanah, melalui mata-
                   mata sekutu untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.



                   c. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan di Maluku
                         Kekalahan Jepang terhadap terhadap sekutu pada tanggal 15 Agustus
                   1945 menyebabkan situasi di Maluku tak terkecuali di Ambon mengalami

                   sebuah masa transisi. Berita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang
                   telah sampai dan diketahui para pemuda Maluku segera diupayakan untuk
                   disebarluaskan melalui radio dan surat kabar Mr. Johanes Latuharhary
                   ke seluruh pelosok Maluku. Mr. Johanes Latuharhary melalui pidatonya

                   menyatakan bahwa pemuda-pemuda Ambon siap membentuk barisan untuk
                   mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang sudah berhasil dicapai.
                   Upaya penyebaran berita proklamasi tidak lepas dari upaya pemuda di luar
                   Jawa yang berupaya menyebarluaskan berita proklamasi ke seluruh pelosok

                   Indonesia termasuk ke  Ambon melalui surat kabar dimana suratkabar
                   ini merupakan sarana komunikasi utama untuk menyebarluaskan berita
                   proklamasi.

                                                                                       435
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441