Page 439 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 439

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 kedatangan pasukan sekutu dan NICA yang lebih awal dan segera berhasil
                 menguasai pemerintahan baik dalam hal politik maupun militer, para
                 pemuda di Ambon belum bisa mengambil tindakan dan melancarkan aksi-
                 aksi  perjuangan  mereka  meskipun  berita  proklamasi  kemerdekaan  telah
                 sampai kepada mereka.

                      Perkembangan selanjutnya, sebagai reaksi dari tersebarluasnya berita
                 proklamasi kemerdekaan, sultan Ternate yang memerintah pada masa itu
                 Muhammad Djabir Syah terlihat mulai cenderung mendukung pemerintah

                 federal.  Ada beberapa faktor mengapa Sultan Muhammad Djabir Syah
                 memberikan dukungannya terhadap pemerintah federal, diantaranya
                 karena ada rasa hutang budi terhadap pemerintah kolonial belanda yang
                 telah menyelamatkannya; ada rasa kekhawatiran tersendiri bagi sultan,
                 jika wilayah kesultanan Ternate dimasukkan bagian dari wilayah negara

                 kesatuan republik Indonesia (NKRI) maka pengaruh sultan dengan
                 sendirinya akan berkurang; ketiga sultan benar-benar menyadari apabila
                 wilayah kesultanan Ternate berintegrasi dengan NKRI maka jabatan yang

                 dipercayakan kepadanya dibawah pemerintahan kolonial Belanda dengan
                 sendirinya akan hilang.
                      Namun di wilayah lain, seperti di  Ambon misalnya, begitu berita
                 proklamasi sampai dan diketahui oleh para pemimpin pergerakan dan
                 para pemuda, seperti E.U. Pupella, Willem Reawaru dan Ot Pattimaipau,

                 mulailah disusun kekuatan untuk menentang Belanda yang ingin
                 menancapkan tongkat kekuasaannya kembali di Indonesia. Meskipun
                 belum ada instruksi langsung dari pemerintah pusat di Jakarta, rakyat

                 yang mendukung sepenuhnya proklamasi kemerdekaan Indonesia mulai
                 membentuk kekuatan dengan mengorganisir laskar-laskar perjuangan
                 rakyat untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari
                 ancaman belanda dan sekutu.
                      Pada Desember 1945, para pemuda dan pemimpin pergerakan

                 mengadakan sebuah  rapat  dengan tujuan  untuk  menyusun  kekuatan

                438
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444