Page 444 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 444

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                         Aksi menentang pemerintahan Republik Indonesia Serikat di Maluku
                   mencapai puncaknya pada tanggal 25  April 1950 ketika J.H. Manuhutu
                   memperoklamirkan kemerdekaan bagi Maluku Selatan. Di dalam

                   proklamasi kemerdekaan itu dinyatakan bahwa Maluku Selatan lepas dan
                   bukan merupakan bagian dari Negara Indonesia Timur maupun Republik
                   Indonesia Serikat dan lepas dari Negara Indonesia Timur (NIT) dan RIS.
                         Proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan tersebut tentunya

                   menimbulkan reaksi dari para pemuda dan organisasi orang-orang Maluku
                   diberbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali oleh organisasi pemuda Maluku
                   di Makassar. Ikatan Pemuda Maluku Suleiman, Kebaktian Rakjat Indonesia
                   Maluku Pattimura dan Ikatan Pemuda Indonesia Maluku di Makasar segera

                   mengadakan rapat bersama pengurusnya dan mengeluarkan pernyataan
                   bahwa mereka menentang proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan
                   tersebut.
                         Untuk menyelesaikan  permasalahan  tersebut  pada  tanggal  27 April

                   1950, didatangkan tokoh-tokoh Maluku yang ada di Pulau Jawa untuk
                   mengupayakan penyelesaian dengan cara damai. Tokoh-tokoh Maluku itu
                   diantaranya adalah Dr. Leimena, Menteri Kesehatan RIS, Ir. Putuhena plt.
                   Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan Tenaga dan Pekerjaan  Umum

                   RIS, M.A Pelupessy sebagai ketua senat RIS dan Dr. Rehatta menjabat
                   Kepala Jawatan Lepra.
                         Sementara itu, respon dari daerah lain seperti seperti warga Maluku di
                   Malang, Pare-Pare, Sumbawa, dan Kupang mereka menentang sepenuhnya

                   pembentukan negara Republik Maluku Selatan. Keterlibatan Mr. Dr.
                   Soumokil yang merupakan bekas Jaksa  Agung Negara Indonesia Timur
                   yang melarikan diri ke Ambon dianggap telah mensabotase ketentraman
                   dan keamanan umum di Indonesia. Hal itu pun dirasakan juga oleh Kepala

                   Staf  Tentara  Belanda,Van  Langen  yang  menyatakan  ketidaksanggupan
                   pihaknya menahan anggota KNIL yang melarikan Mr. Soumokil ke Ambon.



                                                                                       443
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449