Page 442 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 442

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   Malino, ide persekmakmuran tidak dapat mendapat dukungan. Para
                   nasionalis Indoensia mempunyai gagasan lain. Kelompok tersebut adalah
                   Persatuan  Pemuda  Indoensia dan Sarekat  kerja,  PKBM  (Perkumpulan

                   Kaum Buruh Maluku). Kelompok ini didukung oleh F. Lattuperisa, dan L.J.
                   Pattiselamo dan Wem Reawaru. E.U.
                         Pupella akhirnya mempunyai inisiatif mendirikan suatu partai untuk
                   menampung berbagai aliran dalam masyarakat Ambon dan Maluku secara

                   umum dalam suatu organisasi yang bernama Partai Indonesia Merdeka
                   (PIM) pada 17  Agustus 1946. PIM bertujuan untuk mempertahankan
                   proklamasi di  Ambon dan Maluku. Organisasi ini mendapat dukungan
                   dari banyak pemuda Ambon yang beragama Islam dan juga yang beragama

                   Kristen. Sekitar 1.500 orang menghadiri pertemuan tersebut dan 3/4 berasal
                   dari kelompok Muslim.
                         Perjuangan Pupella dilakukan melalui parlemen dan akhirnya pada
                   1946 Pupella berhasil dipilih menjadi anggota Dewan Maluku Selatan.

                   Salah satu tokoh yang juga penting dalam perkembangan PIM ke depan
                   adalah Willem atau yang dikenal Wim Reawaru. Menurut Pattikayhatu,
                   Pupella  cenderung  memilih jalan parlementer  sementara Reawaru lebih
                   berkonsentrasi ke arah perlawanan bersenjata. Organisasi yang sebelumnya

                   sudah dibentuk bersama tokoh lain, Paul Maitimu dan M.O. Marulapey,
                   diambil alih kepemimpinannya oleh Reawaru dengan memberi latihan-
                   latihan dasar militer kepada anggotanya yang dilakukan setiap hari dengan
                   menggunakan senjata tiruan dari bahan kayu.

                         Barisan pemuda ini sebagian besar berasal dari kampung-kampung
                   di Pulau Ambon. Dalam  perjalanannya atas usul Reawaru agar PPI lebih
                   mengarah pada pasukan pelopor sesuai dengan latihan-latihan fisik yang
                   selama ini dijalankan dan bertujuan untuk melakukan perlawanan fisik.

                   Namun, menurut Pupella, keinginan Reawaru dalam dua kali pertemuan
                   dibahas dan akhirnya ini ditolak karena kondisi di  Ambon pada masa
                   itu tidak memungkingkan berhadapan dengan tentara KNIL yang sangat

                                                                                       441
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447