Page 441 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 441

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 kuat. Persemakmuran yang dimaksud akan mencakup Maluku Utara dan
                 Irian Barat serta Maluku Selatan. De Waal melihat bahwa munculnya ide
                 persekmakmuran di antara orang  Ambon dkarenakan kurang memberi

                 perhatian pada pembentukan lembaga lokal yang merupakan cikal-bakal
                 pembentukan struktur federal. Menurut De Waal, kekuatiran orang Ambon
                 disebabkan karena pembentukan negera federal yang dibentuk Indonesia
                 akan memperlihatkan dominasinya orang Jawa dan Sumatra.

                      Sementara Dewan penasehat lebih cenderung membentuk lembaga
                 yang meliputi seluruh Maluku daripada hanya berorientasi pada hanya
                 orang  Ambon. Ide pembentukan Persekmakmuran Maluku didukung
                 ketika hadirnya 3 (tiga) pemimpin Perkoempoelan Kebangsaan Malokoe

                 dari Jakarta pada pertengahan April 1946. Ketiga pemimpin itu adalah R.J.
                 Metekohy, M.P. Harmusial dan J.S. Patty. Mereka berkeinginanMaluku
                 menjadi bagian dari Indonesia daripada bagian kerajaan Belanda. Pada 15
                 April 1946 diadakan pertemuan dan mendapat persetujuan agar Maluku

                 membentuk otonomi penuh di dalam Indonesia, dan akan berdiri sendiri
                 setelah beberapa periode kemudian. Yang paling penting adalah, Maluku
                 tidak akan menjadi bagian dari kerajaan Belanda.
                      Untuk mewujudkan ide Persekmamuran Maluku maka Dr. Tahitu

                 memimpindelegasi ke Ternate untuk berdiskusi dengan Sultan Ternate pada
                 bulan Mei 1946. Ketika ide Persekmakmuran bagi Maluku disampaikan
                 kepada Sultan, Sultan Ternate tidak menanggapi tentang ide tersebut dan
                 menolak  karena  ada  kekhawatiran  dengan  kehadiran  lembaga  ini  akan

                 memperlihatkan dominasi orang  Ambon atapun oleh Indonesialainnya.
                 Sultan justru cenderung menginginkan Maluku menjadi bagian dari Negara
                 Indonesia Timur (NIT). Sementara di bagian lain, ketakutan orang Ambon
                 adalah apabila Maluku menjadi bagian dari NIT atau NKRI maka akan

                 didominasi oleh kelompok lain bukan Maluku.
                      Selama masa ini, kelompok nasionalis tidak dapat beraktivitas seperti
                 pertemuan atau rapat menyangkut petisi tersebut. Sebelum konferensi

                440
   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446