Page 443 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 443

BAHAN MATERI FILM SEJARAH






                 profesional. Pemikiran Pupella ini mempengaruhi perjalanan perjuangan
                 rakyat di Maluku yang direncanakan baik secara fisik bersenjata maupun
                 parlementer  hingga penumpasan  Republik Maluku Selatan (RMS).

                 Akibatnya, perjuangan yang dilakukan lebih bersifat gerakan bawah tanah.


                 e. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Dari Kelompok Separatis   RMS
                      Berbagai   upaya    dilakukan   oleh   kaum    nasionalis   untuk

                 mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya ialah melalui Konferensi
                 Meja Bundar (KMB). Melalui Konferensi Meja Bundar, secara resmi Belanda
                 telah menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada RIS sepenuhnya sebagai
                 negara yang berdaulat dan merdeka. Maluku pada masa itu masuk ke dalam

                 wilayah Republik Indonesia Serikat.
                      Namun, upaya untuk mempertahankan Maluku sebagai bagian dari
                 wilayah Republik Indonesia Serikat mendapat tantangan dari berbagai
                 pihak, tak terkecuali pertentangan yang terjadi di  Ambon dan Ternate.

                 Pertentangan yang banyak terjadi di Ambon misalnya berupa penganiayaan,
                 penangkapan serta pemenjaraan anggota PIM. Propaganda anti Republik
                 Indonesia Serikat pun terus dilakukan.
                      Upaya penganiayaan tersebut beberapa kali terjadi diantaranya pada

                 tanggal 17 Februari 1950, terjadi penganiayaan terhadap salah seorang
                 anggota PIM di Tanjung Sial di Seram. Kemudian, pada 18 Februari, oknum
                 polisi melakukan penganiayaan terhadap dua orang anggota PIM, yaitu
                 Djafar Lumaila dan Abdulrrahman. Pada 19 Februari 1950, oknum polisi di

                 Ambon kembali menganiaya anggota PIM Djafar Mewar dan kelompoknya.
                 Pada 12 Maret 1950, sersan Tomasoa mengunjungi Assilulu dan membuat
                 propaganda. Kemudian pada 16 Maret 1950 polisi menangkap anggota
                 PIM Ibrahim Tangko, dan pada 17 Maret 1950 polisi juga menangkap Awat

                 Betawi, Moh. Awan dan juga Ahmad Bangsawan Mahulete karena terlibat
                 di dalam organisasi PIM. Tindakan lainnya adalah polisi di Wakasihu
                 menangkap seorang anggota PIM A. Ohorella bersama istrinya.

                442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448