Page 446 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 446

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   makanan ke  Ambon terhenti sama sekali. Keadaan di  Ambon semakin
                   mengkhawatirkan. Melihat berbagai kondisi di Maluku sampai dengan Juni
                   1950, pemerintah NIT dan RIS terus bekerja sama untuk menyelesaikan

                   masalah di Maluku dengan cara damai. Menghadapi RMS di  Ambon,
                   pemerintah RIS belum melakukan operasi militer dan berencana akan
                   melakukan blokade. Terdapat 3 cara yang dilakukan pemerintah RIS dan
                   Angkatan Perang RIS, yaitu: (1) melakukan pembicaraan kearah perdamaian,

                   (2) melakukan blokade, dan (3) melakukan operasi militer.
                         Di Semarang, pada 12 Juni 1950, diadakan konferensi masyarakat
                   Maluku seluruh Indonesia untuk bersamapemerintah menyelesaikan
                   masalah Maluku Selatan.Pada konferensi itu disepakati sebuah misi

                   persaudaraan ke Maluku Selatan. Misi ini diketuai oleh Tupamahu dengan
                   anggota 5 orang. Sementara berita dari Ambon mengabarkan bahwa pihak
                   RMS menolak misi manapun. RMS akan menerima misi yang memakai kapal
                   milik Amerika atau Belanda.Upaya untukmempertahankan proklamasi di

                   Malukumulai dilakukan.
                         Pada 14 Juli 1950, jam 09.00 waktu Maluku,  Angkatan Darat RIS
                   dengan berapa kapal perang  Angkatan Laut RIS mendarat di Pulau
                   Buru. Kemudian pada 16 Juli 1950, jam 08.30 waktu Maluku pasukan RIS

                   memasuki kota Namlea maka tersebarlah pasukan di pulau Buru. Dalam
                   operasi tersebut sebagian pasukan pemberontak tertangkap dan melalui
                   penerangan, mereka mulai sadar atas perjuangannya selama itu.
                         Sementara rakyat dikabarkan menyambut gembira kedatangan pasukan

                   RIS.APRIS berhasil mendarat di pulau Buru, Kei,  Aru, Seram sehingga
                   Somukil dan  kelompoknya  terkepung.  Akibat dari terkepungnya,maka
                   Somokil diberitakan  melarikan  diri dan  diduga ke Irian  Barat.  Pemimpin
                   operasi militer di Maluku dipimpin oleh letkol Slamet Riyadi.

                         Pada 23 September 1950 pengiriman TNI ke wilayah Namlea
                   Pulau Buru. Tiga kapal KPM,yaitu Waibalong, Waikelo menanti di Teluk
                   Namlea untuk mengangkut pasukan TNI ke Ambon. Sementara di sebelah

                                                                                       445
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451