Page 440 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 440

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                   menentang kembalinya Belanda di Maluku, khususnya untuk menyerang
                   pasukan Belanda di Ambon dan sekitarnya. Dari pertemuan-pertemuan yang
                   diadakan dibentuklah Persatuan pemuda Indonesia (PPI) pada 15 Februari
                   1946 yang diketuai oleh Paul Maitimu, M.O. Marulapey dan beberapa
                   pengikutnya. Untuk selanjutnya Persatuan Pemuda Indonesia, kemudian

                   membentuk Barisan Pembela Indonesia(BPI) yang kemudianberganti nama
                   menjadi Pasukan Terpendam (PT).
                         Anggota organisasi tersebut merupakan bekas Heiho, KNIL,

                   Seimedon. Dalam perkembangannya, kemudian dibentuklah Pemuda
                   Republik Indonesia pimpinan  Abdul Kadir Tuakia. Pemuda Republik
                   Indonesia  ini  melakukan  kegiatan  bawah  tanah  yang  ternyata  berhasil
                   menimbulkan kekhwatiran bagi pemerintahBelanda di Ambon. Berbagai isu
                   yang memberitakan bahwa Pemuda Republik Indonesia akan melakukan

                   penyerangan mempengaruhi  perjalanan  organisasi yang  berupaya
                   memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini di wilayah Ambon.
                         Pada akhir 1945 dan awal 1946 pemerintah Belanda mendirikan dewan

                   penasehat  yang beranggotakan 8 (delapan) orang  mewakili dua agama
                   (Nasrani dam Islam). Pendirian dewan penasehat ini berkaitan dengan janji
                   Ratu Belanda pada 1942 untuk memberikan otonomisasi bagi Indonesia,
                   seperti halnya dengan daerah kerajaan Belanda lainnya. Sehubungan dengan
                   rencana kedatangan pejabat pemerintah Belanda di Ambon, maka beberapa

                   pertemuan diadakan beberapa kelompok orang Ambon untuk membahas
                   janji pemberian otonomi tersebut.  Ada kelompok yang menginginkan
                   Ambon  mempunyai  status  seperti  Curacao  dan  Suriname,  sementara  ada

                   kelompok  yang  menginginkan  Ambon  menjadi  bagian  dariIndonesia
                   karena secara ekonomis masih tergantung dengan Indonesia sehingga tetap
                   menjadi bagian dari wilayah NKRI.
                         Ketika pejabat pemerintah Belanda tiba di  Ambon, De Waal,
                   di hadapan Raja–raja  Ambon  terkesan dengan ide pembentukan

                   persekmakmuran Maluku yang dipikirkan telah mendapat dukungan yang

                                                                                       439
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445