Page 73 - 04 Panggung Seumur Jagung
P. 73
SASTRA
Sebelum pendudukan Jepang, keberadaan Berawal dari surat kabar dan
karya sastra dipengang oleh kelompok majalah, karya sastra disebarluaskan
penerbitan swasta dan didominasi oleh dalam bentuk buku. Penerbit-
dua lembaga besar yaitu Balai Pustaka penerbit yang terlibat dalam
(bentukan pemerintah Belanda) dan penyebarluasan itu memiliki alasan
Pujangga Baru. Oleh karena itu, setiap dan ideologi yang beragam.
periode sastra memiliki kecenderungan
dan karakteristik yang berbeda-beda Pada paruh abad ke-19 hingga 1920-
yang mewakili semangat zamannya. an, karya sastra yang diterbitkan dalam
bentuk buku berupa cerita rekaan,
Perkembangan sastra Indonesia tidak drama, dan puisi. Pada masa itu, sastra
dapat dipisahkan dari perkembangan Indonesia telah memasuki periode
pers. Sejak awal kemunculannya, sastra modern yang sebelumnya
dalam berbagai penebitan berkala berupa sastra lisan, meskipun masih
disediakan ruang untuk sastra. menggunakan bahasa Melayu.
Umumnya, karya-karya didominasi karya
sastra Melayu Tionghoa. Kemudian
62
sekitar 1930-an sastra modern
Indonesia didominasi oleh karya sastra
Literasi Nasional terjemahan dan berkiblat pada Barat.

