Page 249 - Menabung_Ebook
P. 249

buku tabungan yang sudah terisi saldo Rp10.000,00.   Indonesia  dalam jerat utang adalah  lunturnya
            Dalam pelaksanaannya dana pancingan sebesar        semangat menabung  bangsa oleh  budaya
            Rp1miliar  itu akan digunakan untuk  memancing     konsumerisme. Padahal, kebiasaan  menabung
            100.000 nasabah. Maka, dipastikan target nasabah   punya tradisi  panjang  dalam  sejarah  nasional
            sebanyak 200.000 orang tahun  2003 itu  terdiri    Indonesia.  Menurut  putri  Bung  Hatta  itu,  untuk
            atas 100.000  nasabah  yang  memperoleh dana       keluar dari  jerat utang itu, kebiasaan  menabung
            pancingan  dan 100.000 sisanya penabung  biasa,    harus dihidupkan kembali dalam  masyarakat
            tanpa dana pancingan.                              Indonesia.  Kebiasan  menabung  itu  mulai  luntur
                                                               ketika budaya konsumerisme melanda bangsa kita.
                Pada  saat pencanangan  Gerakan  Sadar         Pada  masa sekarang banyak masyarakat menjadi
            Menabung  yang dihadiri  oleh  siswa sekolah       bersifat boros, tidak gemar menabung, dan bersifat
            di  Surabaya, jumlah  nasabah  yang terkumpul      hedonistik.  Menurut  Meutia,  masyarakat  yang
            sudah  mencapai  1.000  orang. Dengan keyakinan    berciri seperti itu akan mudah terpikat pada pilihan
            bahwa jumlah  nasabah  akan terus membengkak,      untuk berutang. Tradisi menabung tidak saja perlu
            Hiprada  berencana  menggandeng  Bank  Jatim       dilestarikan, tetapi perlu juga dikembangkan dalam
            untuk mengelola  sumber daya lain.  Gerakan        tataran prinsip menabung itu sendiri.
            Sadar  Menabung  itu  merupakan  cara untuk
            mengantisipasi   kebutuhan   siswa   di   masa         Meutia  menjelaskan  bahwa  merosotnya
            mendatang. Dengan ketersediaan dana, siswa siap    semangat menabung menandakan bahwa masya-
            menghadapi kemungkinan yang berkaitan dengan       rakat  tidak  lagi  peduli  akan  masa  depan  yang
            masa depan, termasuk kemungkinan untuk bekerja     memerlukan  modal  untuk membentuk akhlak
            mandiri  akibat  tidak  memperoleh  kesempatan     yang produktif dan kreatif. Oleh karena itu, ketika
            untuk melanjutkan sekolah (Kompas, 21 Mei 2003).   perkembangan nilai  uang sudah  demikian cepat
                                                               sehingga menabung  dengan celengan sudah
                Sementara  itu,  pada  tingkat  nasional,  meski-  dirasakan  kurang  efektif,  prinsip  menabung  tetap
            pun  belum terdapat suatu gerakan menabung         harus dimiliki oleh masyarakat sekarang, terutama
            dalam  skala nasional  secara konkret kesadaran    bagi anak-anak. Mereka tetap harus ditumbuhkan
            menabung masih terlihat diupayakan dalam ranah     kesadaran menabungnya dengan cara yang sesuai
            gagasan sebagaimana terlihat dalam lokakarya       dengan  kebutuhan  masa kini.  Sebaiknya segera
            (workshop) dan pameran Keberagaman Menabung        dikembangkan lagi jenis-jenis tabungan anak-anak
            Masyarakat  Indonesia di  Keraton  Yogyakarta      di sekolah melalui kantor pos, bank desa, atau bank
            pada  tanggal  26 Juli  2004. Pada  kesempatan  itu,   setempat.
            Dr. Meutia F. Swasono, Deputi Bidang Pelestarian
            dan  Pengembangan Kebudayaan Kementerian               Meutia  juga  berpendapat  agar  prinsip  tradisi
            Kebudayaan dan Pariwisata RI, mengatakan bahwa     menabung dikembangkan, bukan sekadar untuk
            salah  satu penyebab utama  terjebaknya bangsa     kepentingan  pribadi  jangka  pendek  dengan  jalan
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254