Page 177 - Perdana Menteri RI Final
P. 177

duyun datang ke pemakaman Tanah Kusir           mengatakan hanya ada satu negeri yang
               Jakarta untuk menghadiri pemakaman bekas        pantas menjadi negeriku, ia tumbuh dengan
                                          266
               Wakil Presiden Moh. Hatta”.   Indira Gandhi     perbuatanku. Sejarah mencatat bahwa seluruh
               mengirimkan satu surat belasungkawa yang di     hidup  Hatta  sepenuhnya  diabadikan  untuk

               dalamnya menyebutkan Hatta sebagai “salah       kepentingan bangsanya dan menciptakan dunia
               satu raksasa pelopor, yang bersama-sama         yang terbebas dari kolonialisme, imperialisme,
               dengan ayah saya mengambil peran memimpin       dan menjunjung perdamaian. Atas riwayat
               negeri mereka berjuang demi kemerdekaan         hidupnya, pantas baginya namanya bersanding
               … bagi orang yang pernah mengenalnya, Dr.       dengan tokoh-tokoh besar dari Selatan lainnya
               Hatta adalah seorang yang hangat dan ramah,     yang membebaskan dunia kolonial dari belenggu
               yang sangat menaruh perhatian pada persoalan    imperium Barat dan membentuk negara-negara
               yang dihadapi oleh negara Anda dan negara       baru modern di abad ke-20.
               kami”. 267
 Mohammad Hatta memberikan ceramah di atas
 mimbar di tengah-tengah masyarakat.
               PENUTUP
 Arsip Nasional Republik Indonesia
               Sampai menjelang akhir hayatnya, Hatta tidak
               pernah menutup mata kepada ketidakadilan,
 diminta oleh pemerintah Orde Baru untuk   Indonesia, Hatta memaksakan diri untuk hadir   ketidakmerdekaan,  dan ketidakdemokrasian.

 menjadi penasihat komisi yang dimaksudkan   bahkan membacakan pidatonya. Ia mengkritik   Secara konsisten, Hatta teguh membela prinsip-
 untuk memberantas korupsi. Laporan komisi ini   para teknokrat ekonomi pemerintah yang   prinsip idealis yang diyakininya akan membawa
 tentang urgensi pemberantasan korupsi memang   telah menyimpang dari dasar ekonomi yang   Indonesia menuju kebahagiaan, kemakmuran,
 menghasilkan UU Antikorupsi yang disetujui   ditetapkan konstitusi. Hatta menekankan sekali   dan kesejahteraan. Tidak pernah ada kata takut
 oleh parlemen. Namun, pemerintah bergeming   lagi  pentingnya  koperasi  dalam  pembangunan   dalam dirinya memperjuangkan nilai-nilai itu,
 untuk menindaklanjuti desakan komisi ini untuk   ekonomi Indonesia. Kritik terakhirnya terhadap   meskipun Hatta tidak  memegang kekuasaan
 mengadili orang-orang yang diduga melakukan   pemerintah  terjadi  di  tahun  1980  ketika  ia   sama sekali dan berposisi sebagai warga biasa.
 tindakan korupsi dan cenderung membiarkan   mendukung Kelompok Lima Puluh pimpinan   Semuanya dilakukan karena Hatta mencintai
 korupsi berkembang masif.  Nasution yang ingin melayangkan petisi kepada   negeri yang ia perjuangkan kehadiraannya
 DPR tentang pengabaian Orde Baru terhadap   ini. Ia tidak rela bila negeri ini jatuh ke dalam
 Di akhir tahun 1970-an, kondisi kesehatan
 Pancasila dan UUD 1945.   kondisi mengecewakan akibat salah urus
 Hatta menurun: ia sering pingsan dan
               kepemimpinan. Oleh sebab itu, baik Sukarno
 jantungnya melemah. Kondisinya terpaksa   Pada tanggal 13 Maret 1980 kondisi kesehatan
               dan Soeharto, selalu menerima pendapat dan
 membatasi  kegiatan  dan  perjalanannya,  Hatta semakin kritis dan dirawat intensif di
               kritik dari Hatta mengenai persoalan-persoalan
 meskipun ia tetap ngotot untuk dibiarkan pergi   rumah sakit. Sehari setelahnya, tokoh bangsa
               kebangsaan dan kenegaraan yang menurutnya
 ke masjid. Acara terakhir yang dihadirinya   ini menghembuskan nafas terakhirnya di sisi
               salah dikelola.
 adalah Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi   keluarga  dan  sahabat-sahabat  terdekatnya.
 Indonesia (ISEI) yang diadakan di Bogor bulan   Upacara  pemakamannya yang  mengundang   Mengutip  seorang  penyair  Rene  de  Clercq,
 Juni 1979. Seolah menyadari bahwa inilah acara   banyak pelayat diberitakan oleh surat kabar   Hatta menutup pidato pembelaannya yang
 penting terakhirnya bertemu dengan ekonom   Asia Week: “Ribuan rakyat biasa berduyun-  terkenal,  “Indonesia  Merdeka”,  dengan





 164  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  165
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182