Page 172 - Perdana Menteri RI Final
P. 172
umum tetapi dalam perkembangan kepartaian
kita, partai merupakan tujuan dan negara
263
menjadi alatnya”. Ia tidak menyarankan sistem
kepartaian dibubarkan, namun direformasi dan
dirampingkan karena bagaimanapun demokrasi
tidak bisa berjalan tanpa partai politik.
Dalam masa awal demokrasi parlementer ini,
hubungan antara Sukarno dan Hatta sudah
kelihatan mulai renggang. Hal ini disebabkan
oleh karena Sukarno yang tidak bisa bertahan
berposisi sebagai sekedar presiden simbolik,
Upacara dan keberangkatan Perdana RIS Upacara dan keberangkatan Perdana RIS
Mohammad Hatta dan keluarga ke Jakarta dari sama seperti hal yang dilakukannya di masa Mohammad Hatta dan keluarga ke Jakarta dari
Yogyakarta, Januari 1950. Yogyakarta, Januari 1950.
Revolusi. Sukarno ingin dapat berpartisipasi
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia juga dalam menentukan kebijakan dalam Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
pemerintahan. Sejak pertengahan tahun 1950-
an, perpecahan Dwitunggal semakin memburuk
Sementara itu, Hatta menganggap bahwa
akibat ambisi Sukarno yang ingin membubarkan
keseimbangan kekuasaan akan terganggu apabila
demokrasi parlementer dan memulihkan
pemerintahan yang otoriter sesuai dengan
kekuasaan eksekutif presiden. Setelah kembali
skenario Sukarno dan tentara direalisasikan.
dari kunjungan luar negerinya ke AS, Soviet, dan
Meskipun Hatta tidak setuju dengan demokrasi
Cina, Sukarno berpidato pada tanggal 28 Oktober
banyak partai yang kebablasan bukan berarti
1956, “marilah kita kubur semua partai”. Sukarno
sistem tersebut harus benar-benar dibongkar
semakin kuat menunjukkan ketetapan hatinya
dan diganti dengan suatu model yang tidak
untuk membangun satu konsepsi demokrasi
mencerminkan demokrasi. Hatta setuju bahwa
baru, yang nanti ia namakan sebagai demokrasi
demokrasi parlementer membutuhkan modifikasi
terpimpin. Sukarno dan tentara merasakan
dalam periode transisi, tapi bukan sama sekali
bahwa Indonesia yang besar dan kuat yang malah dihapuskan. Dalam pandangan Hatta,
mereka perjuangkan sejak masa revolusi belum menurut Rose, “akar-akar demokrasi harus
terwujud. Pengalaman revolusi dan kekacauan diasuh, bukan dipatahkan sebelum bisa tegak dan
politik di awal 1950-an membentuk keyakinan berkembang menjadi matang”. Eksperimentasi
264
bahwa kepemimpinan yang kuat diperlukan bagi demokratis setidaknya membutuhkan waktu agar
sistem. Demokrasi membutuhkan kepemimpinan didapatkan pengalaman bagaimana membangun
Upacara dan keberangkatan Perdana RIS agar dapat mencapai tujuan-tujuannya. Dan hal sistem demokratis yang baik bukannya malah
Mohammad Hatta dan keluarga ke Jakarta dari
itu dipercayai oleh Sukarno tidak bisa dicapai digantikan dengan demokrasi kepemimpinan
Yogyakarta, Januari 1950.
dengan “demokrasi pertarungan bebas” ala di mana terpimpinnya saja yang ditegakkan
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
demokrasi parlementer. sedangkan demokrasinya dihapuskan.
160 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 161

