Page 167 - Perdana Menteri RI Final
P. 167

negara BFO menaruh simpati kepada Republik   •  Menteri Kesehatan   KMB diadakan pada tanggal 23 Agustus   Belanda sebesar 4,3 milyar gulden – sebagian
 setelah  penolakan Republik untuk mengakui   dr. Soerono  sampai 2 November di Den Haag, Belanda.   besarnya adalah biaya perang Belanda pada
 kekalahan setelah serangan militer Belanda   •  Menteri Perburuhan & Sosial   Utusan dari RI adalah Moh. Hatta, dari   masa Revolusi. Hatta sadar bahwa masalah

 kedua. Dalam konferensi Hatta mengingatkan   Koesnan  PMF adalah Sultan Hamid, dan dari Belanda   utang ini akan menimbulkan kritik terhadap
 Sumpah Pemuda dalam konferensi mereka   adalah Van Maarseveen, Menteri Wilayah   kepemimpinannya dalam KMB. Namun,
 •  Menteri Kehakiman
 yang bersejarah di bulan Oktober 1928: “satu   Seberang  Lautan.  Konferensi  dipimpin  ia membela  usaha delegasinya  dengan
 Mr. Soesanto Tirtoprodjo
 bangsa, satu tanah ait, dan satu bahasa”. Dalam   oleh Perdana Menteri Dress dari Belanda   mengatakan bahwa “secara historis atau
 •  Menteri P dan K
 Konferensi Inter-Indonesia kemudian muncul   yang  didampingi  oleh  Komisi  Tiga  Negara.   internasional, apa yang dicapai merupakan
 S. Mangoensarkoro
 keputusan bahwa:  Permasalahan pokok dalam konferensi adalah   hasil terbaik yang dapat diperoleh pada saat
 •  Menteri Kemakmuran dan Urusan Makanan
               penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.         ini”.  Meskipun ada ketidakpuasan dijumpai
                                                                   258
 1.  Negara Indonesia Serikat menjadi Republik   I. J. Kasimo
               Diskusi   seputar   pengembalian    wilayah     dari kalangan masyarakat Indonesia, kontribusi
 Indonesia Serikat.
 •  Menteri Agama   berlangsung dengan intensif tawar menawar   Hatta dalam KMB diakui merupakan salah
 2.  Bendera merah putih disahkan.  K.H. Masjkur  antara Belanda dan Republik. Hanya wilayah   satu jerih payah monumentalnya sepanjang
 3.  Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan   •  Menteri-Menteri Negara:   Papua yang statusnya masih ditangguhkan   hidupnya. Sulit untuk dipercayai  bahwa
 disahkan.  1. dr. Leimena   dan akan dibicarakan kembali statusnya   satu tahun sebelumnya Indonesia berada
 2. Ir. Djuanda   di masa mendatang. Belanda tahu bahwa        dalam titik kritis akibat penghancuran yang
 4.  Lagu “Indonesia Raya” disahkan.
 3. dr. Sukiman  Sukarno menginginkan Hatta supaya Papua
                                                               dilakukan oleh Belanda. Satu tahun setelahnya
 5.  17 Agustus diakui sebagai hari nasional. 256  kembali ke tangan Indonesia. Namun, Hatta
 Dalam persiapannya menuju ke KMB, Hatta                       kemenangan berhasil diperoleh oleh Republik
               dengan kalkulasi tinggi berpikir bahwa
 Pada tanggal 4 Agustus Hatta selesai   meminta Sjahrir untuk membantu sebagai   yang memutus perang yang ditakutkan
               penundaan untuk membicarakan status Papua
 merampungkan susunan kabinetnya yang baru.   penasihat delegasi. Namun, Sjahrir lagi-lagi   berkepanjangan dan memakam banyak korban
               lebih baik dilakukan daripada menghabiskan
 Kabinet  tesebut  berisi  tokoh-tokoh,  sebagai   menolak dengan alasan Indonesia terlalu   manusia. Pada tanggal 27 Desember, hasil kerja
               waktu konferensi untuk  membahas satu isu
 berikut:  menggantungkan  posisinya  kepada  AS               monumental Hatta dan delegasi Indonesia
               yang deadlock.  Lagipula,  ia yakin bahwa
 yang terlalu dominan dan ia kurang percaya                    adalah penyerahan kedaulatan tanggal 27
 •  Perdana Menteri   merebut kembali Papua lebih mudah dan
 bahwa kembalinya pemerintahan Republik ke                     Desember 1949 dari Ratu Juliana kepada
 Moh. Hatta
               realistis  setelah  Belanda    mengalihkan
 Yogyakarta atas desakan PBB. Di samping                       Hatta sendiri di Den Haag. Dalam upacara
                                               257
 •  Menteri Luar Negeri    kedaulatan  kepada  Indonesia.   Dalam
 itu, Sjahrir yakin bahwa Belanda masih belum                  tersebut dikumandangan lagu kebangsaan
 Haji Agus Salim  masalah politik, pelembagaan Uni Indonesia-
 siap mengadakan perundingan dengan serius.                    Belanda,  Wilhemus,  dan  diikuti  oleh  lagu
 •  Menko Dalam Negeri   Belanda kemudian disepakati dengan ratu
 Akhirnya, Hatta berangkat  tanpa Sjahrir.                     kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Ratu
 Mr. Wongsonegoro  Belanda sebagai kepalanya. Dalam pidato
 Sebagai perdana menteri, Hatta memimpin                       Juliana membacakan akta penegasan yang
               penutupannya, Hatta mengatakan bahwa
 •  Menteri Pertahanan   delegasi Indonesia ke KMB di Den Haag   berbunyi:
               uni yang baru berbeda dengan kebijakan
 Sultan Hamengku Buwono
 dengan Moh. Roem sebagai wakilnya. Dalam
               persekutuan di masa lalu: Indonesia tidak lagi   “Kita tak lagi berdiri terpisah untuk saling
 •  Menteri Keuangan   perjalanan ke Belanda, Hatta menyempatkan
               menjadi “adik”, namun memiliki persamaan
 Mr. Lukman Hakim                                              bermusuhan. Kita sekarang mengambil
 sejenak untuk singgah bertemu dengan
               dan hak yang sama dalam persekutuan             kedudukan yang sejajar, betapapun
 •  Menteri Penerangan   Nehru, menerima beberapa sarannya. Hatta
               tersebut.
 Mr. Syamduddin  menyampaikan rasa terima kasihnya atas        mungkin kita sakit dan terluka, dengan
 •  Menteri Pekerjaan Umum   dukungan Nehru dan India kepada kedaulatan   Yang  memberatkan  Indonesia  adalah  meninggalkan goresan dendam dan
                                                                            259
 Ir. Laoh  penuh Republik.   keputusan untuk menerima utang warisan dari   penyesalan”.



 154  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  155
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172