Page 168 - Perdana Menteri RI Final
P. 168

MEMULUSKAN TRANSISI DARI RIS KE RI             •  Menteri Pertahanan
                                                                             Sultan Hamengku Buwono IX
                           KEMBALI KE NEGARA KESATUAN
                                                                          •  Menteri Dalam Negeri
                           Pada tanggal 15 Desember 1949, Hatta membawa      Anak Agung Gde Agung
                           hasil dari keputusan KMB kepada sidang         •  Menteri Keuangan
                           lengkap KNIP. Hasilnya adalah 226 suara setuju    Mr. Sjafruddin Prawiranegara
                           dengan hasil KMB dibandingkan hanya 62         •  Menteri Perekonomian

                           yang menolak. Yang paling menyolok sekaligus      Ir. Djuanda
                           menyakitkan Hatta ialah hampir seluruh fraksi
                                                                          •  Menteri Perhubungan dan Pekerjaan Umum
                           PSI menolak hasil KMB. Hatta mengungkapkan
                                                                             Ir. Laoh
                           kekecewan tersebut dalam memoarnya: “banyak
                                                                          •  Menteri Kehakiman
                           orang berpendapat PSI menolak karena bukan
                                                                             Prof. Soepomo
                                                                                                                                                                                                                               PM Mohammad Hatta memberikan kata sambutan
                           Sjahrir yang melaksanakan KMB dengan
                                                                          •  Menteri P dan K                                                                                                                                   pada upacara peringatan Hari Polisi Negara di
                           sukses”. Des Alwi namun kali ini mendukung                                                                                                                                                          Yogyakarta tahun 1948.
                                                                             dr. Abu Hanifah
                           Hatta,   dengan    mengungkapkan     bahwa
                                                                                                                                                                                                                               Arsip Nasional Republik Indonesia
                                                                          •  Menteri Kesehatan
                           pandangan Sjahrir  terlalu  idealistis  dan  tidak
                                                                             dr. J. Leimena
                           luwes. Abu Hanifah dari Masyumi menyatakan
                           bahwa mayoritas rakyat berterimakasih terhadap   •  Menteri Perburuhan                                                 Sjafruddin, dan Roem tidak bisa dipinggirkan.   3.  Mengadakan persiapan untuk dasar
                                                                             Mr. Wilopo
                           Hatta: “Akhirnya masa pertempuran telah                                                                                Tokoh-tokoh BFO yang semakin lama                 hukum, cara bagaimana rakyat menyatakan
                           usai;  semangat  rakyat  menggelora, segar,  dan   •  Menteri Sosial                                                   mendekatkan diri kepada RI juga dimasukkan,       kemauannya menurut asas-asas UUD RIS
                                      260
                           bergembira”.                                      Mr. Kosasih Purwanegara                                              salah satunya Anak Agung Gde Agung. Dalam         dan menyelenggarakan pemilihan umum
                                                                          •  Menteri Agama                                                        Kabinet RIS yang bersifat sementara ini, Hatta    untuk konstituante.
                           Pada tanggal 16 Desember 1949 di Kepatihan
                                                                             K.H. Wahid Hasyim                                                    memiliki program, yaitu:
                           Yogyakarta dilakukan pemilihan presiden RIS                                                                                                                           4.  Berusaha memperbaiki keadaan ekonomi
                                                                          •  Menteri Penerangan
                           yang pertama oleh wakil-wakil negara bagian.                                                                           1.  Menyelenggarakan pemindahan kekausaan         rakyat, keadaan keuangan, perhubungan,
                                                                             A. Mononutu
                           Tanpa pertentangan pilihan presiden dijatuhkan                                                                           ke tangan bangsa Indonesia di seluruh           perumahan, dan kesehatan untuk jaminan
                                                                          •  Menteri Negara:
                           kepada Sukarno. Sementara itu, jabatan wakil                                                                             Indonesia terjadi dengan seksama;               sosial dan penempatan tenaga kembali ke
                                                                             1. Sultan Hamid Algadri
                           presiden dihapuskan dalam rancangan UUD 1949.                                                                            mengusahakan reorganisasi KNIL dan              dalam masyarakat; mengadakan peraturan
                                                                             2. Mr. Moh. Roem
                           Kemudian, Hatta dipilih secara aklamasi sebagai                                                                          pembentukan angkatan perang RIS                 tentang upah minimum, pengawasan
                                                                             3. dr. Soeparno
                           perdana menteri, namun kali ini memimpin                                                                                 dan mengembalikan tentara Belanda ke            pemerintah atas kegiatan ekonomi
                                                                          Kabinet     ini    berisikan    orang-orang
                           kabinet parlementer daripada  presidensiil. Pada                                                                         negaranya dalam waktu yang selekas-             rakyat agar kegiatan itu terwujud kepada
                                                                          yang    berkompetensi    daripada   sekedar
                           tanggal 19 Desember 1949 Kabinet RIS berhasil                                                                            lekasnya.                                       kemakmuran rakyat seluruhnya.
                                                                          mempertimbangkan politik praktis semata,
                           dibentuk oleh Hatta dan terdiri atas:
                                                                          misalnya adalah Sjafruddin, Soepomo, Djuanda,                           2.  Menyelenggarakan kententraman umum         5. Menyempurnakan perguruan tinggi sesuai
                           •  Perdana Menteri                             Laoh, Wilopo, Abu Hanifah, Leimena, dan                                   supaya dalam waktu yang sesingkat-              dengan keperluan masyarakat Indonesia dan
                             Moh. Hatta                                   Roem. Meskipun demikian, tokoh-tokoh yang                                 singkatnya terjamin berlakunya hak              membangun pusat kebudayaan nasional;
                           •  Menteri Luar Negeri                         memiliki wibawa tinggi di mata rakyat, seperti                            demokrasi dan terlaksananya dasar-dasar hak     mempergiat pemberantasan buta huruf di
                             Moh. Hatta                                   Hamengku Buwono, Wahid Hasjim, Leimena,                                   asasi manusia dan kemerdekaannya.               kalangan rakyat.





                           156   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  157
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173