Page 165 - Perdana Menteri RI Final
P. 165

ini Komite Jasa Baik merasa tersinggung   untuk Indonesia di New Delhi pada tanggal 23
 diperlakukan dengan cara tidak terhormat oleh   Januari 1949 di mana negara-negara Asia dan

 Belanda. Amerika marah dengan tindakan   dua negara Afrika merekomendasikan kepada
 Belanda. Mereka lalu menghentikan pemberian   Dewan Keamanan PBB untuk mengambil
 dana  kepada Belanda untuk  mendukung   tindakan yang lebih keras terhadap Belanda.
 pengeluaran di Indonesia. Di dalam kongres   Kedua, resolusi Dewan Keamanan PBB
 Amerika, bahkan suara-suara untuk menyetop   pada tanggal 28 Januari 1949 di mana keluar
 semua bantuan ekonomi AS semakin meningkat.   keputusan untuk menuntut pembebasan para
 Reaksi-reaksi seperti ini tentu saja sesuatu yang   pemimpin Republik, mengawasi pembentukan
 diharapkan oleh pemerintah Republik.  Negara Indonesia Serikat yang diusulkan,
 dengan pengalihan kedaulatan sepenuhnya
 Dalam menjaga kontinuitas pemerintahan, sejak
 sebelum 1 Juli 1950. Keputusan yang dikeluarkan
 para pemimpin Indonesia ditangkap, maka
 oleh Dewan Keamanan PBB memperlemah                                                         Delegasi Belanda yang diketuai oleh Dr. Van
 pucuk kepemimpinan berpindah kepada menteri                                                 Royen diterima Wakil Presiden Mohammad
 legitimasi Belanda untuk bertahan di Indonesia
                                                                                             Hatta, 17 Juli 1949.
 kemakmuran, Syafruddin Prawiranegara, yang   dan sebaliknya memperkuat posisi Indonesia
 berada di Sumatera. Mulai saat itu kekuasaan   dalam merebut kembali kedaulatan mereka.     Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

 pemerintah berpindah kepada Pemerintah   Komisi Jasa Baik berubah menjadi Komisi PBB
 Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera.   untuk Indonesia (United Nations Commission
               Jawa. Anak Agung Gde Agung, perdana menteri     genjatan senjata yang dijadwalkan mulai 1
 Sementara itu, tentara masih mengadakan   of Indonesia, UNCI). Tugasnya adalah mencari   Bali dari BFO, yang menemui para pemimpin   Agustus dan memutuskan untuk mundur
 perang gerilya yang intensif di Jawa, meskipun   jalan untuk mengadakan penyelesaian konflik
               Republik di Bangka mengakui bahwa ia terkesan   menyerahkan surat pengunduran diri. Tapi, ia
 kondisi pemimpin mereka Soedirman berada   berdasarkan jalur kompromistis. UNCI, menurut   dengan semangat Hatta. Anak Agung merupakan   mencabut kembali pengunduran dirinya karena
 dalam kondisi kritis karena penyakit TBC.   Hatta,  diserahi  kewajiban  untuk  membawa   satu tokoh BFO yang nanti memberi dukungan   Sukarno mengancam akan ikut mengundurkan
 Politik Indonesia untuk mencapai kemerdekaan,   pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia,   yang kuat terhadap kepemimpinan dwitunggal   diri  juga.  Seminggu  setelah  Sukarno  dan
 menurut Hatta, dibangun melalui dua sendi   berunding untuk mencapai persetujuan dalam   dan gagasan kemerdekaan sepenuhnya Indonesia.   Hatta dibebaskan, Syarifuddin Prawiranegara
 perjuangan: perjuangan politik internasional   tiga hal: (1) pengembalian pemerintah Republik   Dalam menghadapi tekanan internasional dan   kembali ke Yogyakarta. Pada tanggal 13 Juli

 melalui jalan damai dan melakukan perang gerilya   ke Yogyakarta (2) mengadakan order peletakan   simpati yang memudar dari mayoritas orang   1949, sebagai kepala PDRI ia menyerahkan
 252
 apabila diserang.  Oleh sebab itu, Sukarno   senjata (3) mengadakan Konferensi Meja Bundar   Indonesia, Belanda akhirnya terpaksa setuju   mandatnya kepada Hatta selaku perdana
 menolak tawaran untuk memerintahkan tentara   di Den Haag yang merundingkan penyerahan   untuk mengembalikan pemerintahan Republik   menteri dan wakil presiden untuk membentuk
 meletakkan senjata dan mendukung gerilya   tak bersyarat daripada kedaulatan yang riil dan   ke Yogyakarta.  kabinet yang baru.
 tentara untuk membela kehormatan negara yang   penuh kepada Indonesia. 253
               Pada tanggal 6 Juli 1949, pemerintah Republik   Satu peristiwa penting menjelang Konferensi
 dilanggar.
 Faktor penting yang juga memperlemah posisi   kembali beroperasi di Yogyakarta. Sambutan   Meja Bundar (KMB) adalah diadakannya
 Sorotan  internasional  kepada  agresivitas  Belanda adalah agresi militer kedua mereka tidak   rakyat kepada para pemimpin Republik yang   inisiatif  Konferensi  Inter-Indonesia  oleh
 Belanda semakin kuat setelah serangan militer   hanya menghilangkan dukungan internasional   diasingkan hangat dan meriah. Namun,   Indonesia dengan mengundang negara-negara
 kedua. Menurut Hatta, ada dua simpati dunia   kepadanya, tetapi juga membuat negara-negara   tanggapan yang agak sinis diberikan oleh pihak   BFO. Memang tidak ada satu kebulatan suara
 internasional yang begitu penting dalam   BFO (Bijeenkomst voor Federale Overleg) justru   militer yang enggan mengakui kekuasaan   dari BFO untuk mendukung pengalihan
 254
 mengubah situasi konflik yang tengah berlangsung   menentang mereka.  Pembelaan terhadap   sipil yang dianggap telah meninggalkan   kedaulatan mutlak kepada Negara Indonesia
                        255
 di Indonesia. Pertama, resolusi Konferensi Asia   Indonesia muncul di wilayah-wilayah lain di luar   Republik.  Soedirman menentang perintah   Serikat. Meskipun demikian, kebanyakan




 152  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  153
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170